Jayapura,Suara Mee-Kegiatan seminar dan pelatihan menulis yang dilakukan oleh Badan pengurus Pemuda Pos PI Maranatha, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan salah satu program dari pada Badan pengurus Pemuda dan Pemudi. Kegiatan ini juga dilakukan guna membangkitkan gairah dan semangat menulis pemuda-pemudi generasi penerus bangsa dan agama, lebih khusus pemuda dan pemudi Maranatha agar tidak ketinggalan dalam dunia literasi tulis menulis.

Seminar dan pelatihan menulis materi disajikan oleh Hengky Yeimo, wartawan JUBI dan Koordinator Komunitas Sastra Papua (Ko’SaPa). Kegiatan ini berlangsung di Pos PI Maranatha Kotaraja, Selasa (30/06/2020).

Kegiatan seminar dan pelatihan resmi di buka oleh Petrus Nawipa, M.Pdk, selalu pembina pemuda dan pemudi Pos PI Maranatha; saat membuka kegiatan petrus menyampaikan beberapa inspirasi kata dari beberapa tokoh dan pimpinan lembaga agama tentang menulis. Salah satunya adalah “Menulis adalah melawan lupa” oleh Pdt. Dr. Sokrates Sofian Yoman, M.A. dan ini menjadi inspirasi dalam dunia tulis menulis,”kata petrus.

Yason Youw selaku Badan PengurusPemuda-pemudi Pos PI Maranatha dalam sambutannya mengatakan Kegiatan pengembangan ini di lakukan walaupun kondisi tidak mendukung agar pemuda pemudi Kingmi tidak ketinggalan dalam dunia tulis menulis,”ujarnya

Yason,menulis itu sangat penting bagi kita bersama, untuk kedepan melakukan seminar dan pelatihan menulis di kalangan pemuda dan pemudi Kingmi di tingkatkan. Sebab Pemuda dan pemudi adalah harapan masa depan agama dan bangsa,untuk itu penting kita ketahui bagaimana menulis yang baik dan benar.

Seminar dan pelatihan ini bisa membangkitkan semangat menulis agar kita juga tidak kalah dengan suku bangsa yang lain dan mampu bersaing,agar Pemuda pemudi menjadi penulis yang disegani dan digemari oleh berbagai kalangan dalam dunia global,”katanya.

Usai seminar dan pelatihan menulis Pembina Pemuda-Pemudi Pos PI MaranathaPetrus Nawipa, M.Pdk, mengatakan “Sekarang dunia takut itu pada data” artinya menulis dan membaca itu penting dan bila lakukan itu dunia akan takut. Data merupakan sebuah kekuatan besar untuk menyelesaikan persoalan besar”,ujar Petrus Nawipa kepada Suara Mee.

Pelatihan menulis dihadiri dari beberapa pemuda gereja baik dari Protestan dan Katolik,kebanyakan dari denominasi gereja Kingmi yang ada di kota Jayapura dan kabupaten Jayapura. kegiatan ini dihadiri oleh pembina; Petrus Nawipa, M.Pdk, Pemuda dan pemudi Pos PI Maranatha dan audensi atau peserta lebih dari 40 orang.

Reporter :Bertho T. Gobay/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *