Jayapura,Suara Mee-Mahasiswa Dogiyai menanggapi SK yang diberikan oleh Bupati Kabupaten Dogiyai Yakobus Dumupa kepada Tim pemekaran Kabupaten Mapiha dari Distrik Bomomani Mapia di nilai tidak resmi,karena masyarakat Mapia tidak menyetujui kehadiran kabupaten mapiha itu sendiri.

Hal itu di katakan Salah satu Mahasiswa Asal Dogiyai dalam keterangan tertulis yang di Terima suara Mee senin(40/06/2020) di Jayapura.

Hal ini kami melihat bahwa Mapia tidak layak untuk mekarkan satu kabupaten,didalam menghadirkan DOB baru mestinya banyak syarat yang harus di penuhi dan di ikuti,namun para elit politik yang sedang berjuang untuk mekarkan DOB tidak ikuti prosedur yang ada, ini aneh! Masyarakat mapia secara bersama menolak pemekaran kabupaten Mapiha.

Kami Mahasiswa juga meminta kepada Yusak tebai untuk mengklarifikasi penyataan yang di sampaikan kepada wartawan TVRI bahwa kehadiran kabupaten Mapiha Raya sudah di setujui oleh Masyarakat Mapia dari kelima distrik, ujaran ini tidak sesuai dengan kemauan masyarakat itu sendiri.

Kami minta dengan tegas bahwa pernyataan ini segera di klarifikasi karena hal ini tidak benar, pada hakekatnya masyarakat Mapia sepakat menolak kehadiran kabupaten Mapiha itu, sebab kehadiran DOB adalah malapetaka bagi orang papua,terlebih khusus Masyarakat Mapia,”tegas Anton Boma.

Kami juga minta kepada para elit politik yang sedang berjuang untuk pemekaran kabupaten Mapiha,ingat pada saat penyerahan SK dan Rekomendasi,dari Bupati kabupaten Dogiyai kepada tim pemekaran, kesempatan itu tokoh adat, tokoh masyarakat,para intelektual dan sudah sepakat untuk menolak kehadiran pemekaran kabupaten Mapiha, untuk itu jangan melahirkan ujaran baru yang berbohong kepada publik, untuk meloloskan apa yang para elit politik sedang perjuangan ini,”harap Mahasiswa.

Mahasiswa juga minta kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai segera tarik kembali SK sekaligus dengan rekomendasi yang perna di berikan kepada tim pemekaran. Kami juga minta segera bubarkan TIM pemekaran yang di bentuk,untuk memperjuangkan pemekaran kabupaten Mapiha ini,”tegas Mahasiswa.

Reporter :Benedict Agapa/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *