Deiyai,Suara Mee – Musiba Longsor terjadi di kampung Pekepa RT.05 Distrik Tigi Timur Kabupaten Deiyai, Jumat lalu (1/08/2020)

Yafet Pinibo sebagai korban di kampung Pekepa menjelaskan kronologis bahwa longsor terjadi sekitar jam 2 siang Jumat lalu, setelah dua hari sebelumnya, di guyur hujan deras. Awalnya kami melihat tanah mulai retak-retak saja, sehingga kami segera mengunsi dan terjadinya longsor setelah kami sudah pindah, sehingga tidak ada manusia yang menjadi korban nyawa di dalam peristiwa longsor ini,” Kata Yafet Pinibo kepada Suara Mee saat di hubungi.

Pinibo,,luasnya tanah yang longsor adalah lebar 300 meter dan panjang 500 meter dan kami punya 15 rumah, 46 kolam Ikan, 106 pohon Kopi, 30 kebun petatas dan sayur, 12 Kebun Tebu dan Pisang, 103 Pohon Jati yang di tanam dan 16 kebun Keladi semua terbawa arus dalam longsor.”Ujar Pinibo.

Lanjutnya, saat ini kami masyarakat asli kampung Pekepa yang sedang mengunsi adalah 10 orang lansia, 3 orang hamil, 15 kepala keluarga, dan 7 orang bayi sedang bertempat tinggal dengan tenda,”katanya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa “saat ini kami sedang membutuhkan perhatian pemerintah untuk layanan kesehatan, dan menyediakan kebutuhan kami seperti tenda, karpet, kelambu bahan makanan seperti beras, Sardin supermi dan sejenis sembako dan rumah jadi untuk kami,” Harapnya.

Benyamin Pinibo sebagai mahasiswa korban, menyampaikan bahwa “Orang tua saya di sana sedang membutuhkan tempat yang layak dan makan minum sehingga kami meminta kepada Pemerintah daerah segera melihat dan turun tangan untuk memberikan tempat yang layak dan menyediakan kebutuhan bagi orang dewasa dan bayi yang terkena musiba longsor,”katanya kepada Suara Mee Saat Jumpa Pers.

Saya juga meminta kepada Pemerintah “segera membangun rumah permanen di tempat yang baru bagi orang tua saya yang terkena musiba longsor di kampung saya Pekepa,” Tegasnya.

Yance Pakage sebagai ketua Forum Mahasiawa Deiyai meminta kepada pemerintah Deiyai dalam waktu yang dekat segera turun ke tempat peristiwa longsor terjadi dan lihat kondisi masyaratakat, penuhi kebutuhan mereka dan Dinas Kesehatan berikan perawatan layak, agar kesehatan mereka terus terjaga dalam kondisi seperti ini,”harapanya.

Bersyukur karena tidak ada masyarakat yang menjadi korban nyawa dalam peristiwa longsor ini,” Tutupnya.

Reporter: Simion Kotouki/SM

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *