Jayapura, suara Mee – Delapan calon diakon memulai Ret-Ret di Timika dan dua calon imam di Nabire Keuskupan Timika-Papua, Senin, 21-26 September 2020, pukul 16.30

Dua diakon diantaranya adalah Diakon Benyamin Magai Pr dan Diakon Nikolaus Wakei Pr. Selain itu para frater yakni Frater Febronius Angelo Pr, Frater Fransiskus Sondegau Pr, Frater Paulus Leopati Yerwuan Pr, Frater Silfester Bobii Pr, Frater Silvester Dogomo Pr, Frater Vincentius Budi Nahiba Pr, Frater Yeskiel Belau Pr dan Frater Yoseph Bunai Pr.

“Pembimbing ret-ret bagi para frater adalah pastor RP. EDO. SCJ dan untuk dua diakon adalah pastor Cipto SJ. Pastor membuka ret-ret dengan perayaan ekaristi di kapela. Dalam kotbah pastor mengatakan ‘di dalam zona nyaman tidak ada pertumbuhan dan hanya ada pertumbuhan dalam zona ketidaknyamanan’. Artinya kita tidak akan bertumbuhkembang jika kita hidup dalam kenyamanan karena ya, kita hidup nyaman nyaman saja, tetapi jika kita berada dalam ketidaknyamanan kita pasti akan bertumbuh dan berkembang menuju kepada Tuhan.

Kita bertumbuh dalam Tuhan menjadi orang yang suci atau kudus, rendah hati, taat, sederhana seperti yang diteladankan oleh Yesus dan St. Matius rasul dan penulis Injil yang kita rayakan pada hari ini adalah orang yang suci, rendah hati, sederhana, taat di hadapan Tuhan.

Di dalam proses ret-ret pun pastor membimbing, menghantar dan mempersiapkan para calon diakon kepada Tuhan melalui materi, pengalaman, doa, lagu, refleksi, meditasi, adorasi dan lainnya. Mereka dibekali dengan thema umum ‘Diakon: Man For God, Man For Others’. Para frater disiapkan untuk mendengarkan dengan hati, menerima dan memberi seperti Yesus sendiri dan menghidupi sebab-akibat-komitmen tiga tugas diakon yakni pelayan liturgi, pewarta iman dan pelayan umat serta persembahan diri dan penyangkalan diri, selibat serta tujuan dalam keunikan hidup kita kepada Tuhan.

“Kita itu unik karena Tuhan menciptakan kita manusia secitra atau segambar dengan Allah dari segala ciptaan lainnya dan anda para calon diakon unik karena Allah memanggil secara khusus menjadi pelayan Tuhan selamanya.

Pastor Edo mengatakan tujuan dari ret-ret ini adalah untuk mempersiapkan para frater dapat menerima rahmat tahbisan diakon sehingga menjadi pelayan sesuai teladan Yesus Kristus. Yesus adalah pelayan sejati maka para calon diakon yang menjadi diakon juga siap melayani. Sebab diakon adalah pelayan sehingga mereka melayani dengan cinta kasih sehingga semua orang dilayani mengalami keselamatan.

Selain itu juga frater Leopati, frater Sil Dogomo dan frater Yosep Bunai mewakili teman-temannya mengatakan bahwa kami mengucap syukur kepada Tuhan melalui pastor Edo karena dengan ret-ret ini sungguh-sungguh membantu kami untuk mengenal Allah.

“Allah yang memanggil kami memampukan kami untuk menerima rahmat tahbisan imamat dan diakon pada tanggal 11 September 2020 sesuai motto umum kami yakni; “TUHAN PERBUATLAH SESUAI KEHENDAK-MU DARI KETERBATASAN KAMI, INILAH KAMI UTUSLAH KAMI” (bdk Yes 6:8).
Kegiatan ret-ret tersebut diakhiri dengan perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh pastor Edo. SCJ, ramah tama bersama para pastor SCJ dan sayo nora.

Reporter : Benedict Agapa

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *