Oleh: Agustinus Degei

Kami anak muda terutama mahasiswa dan siswa orang asli Papua, sangat bermasalah besar untuk kuliah atau belajar secara online, sebab kami tidak mampu untuk beli pulsa data dan lainnya, kami selalu keluar uang terus menerus, akhirnya tidak mampu untuk belajar lagi, maka kami orang asli papua belajar online untuk siapa.

Sebab mengapa dan apa, karena kami belajar susah sehingga, kami anak muda Papua ketinggalan jaman dengan materi mata kuliah, masa depan anak papua akan tertutup karena tidak ada kamauan untuk membaca buku dan lainnya hanya karena berpikir kuliah Online saja.

Kami Mahasiswa dan siswa yang di perkotaan saja sangat rumit, apalagi anak anak kampung, disana tidak ada jaringan yang akses kesana, tidak ada data internet dan lain-lain, oleh sebab itu, saat ini, kami tidak butuh belajar online tetapi kami anak muda Papua butuh belajar tatap muka.

Kami anak muda Papua berpikir bahwa, jika kami belajar secara online saja, makankaki sangat ketinggalan, sebab ada dosen dan guru besar di online tinggal adopsi, kopi paste saja, asal masuk judul saja, dia akan tertampil jawabannya, sehingga kami anak mahasiswa dan pelajar dan orang asli papua ketinggalan.

Ketika kami belajar secara online, berada pada dosen dan guru, mahasiswa atau siswa juga seakan dosen atau guru karena online akan tertampil jawaban, kemudian sebelum online tatap muka semua mahasiswa punya kemuan untuk belajar tetapi ketika online kemauan menurun hanya karena berpikir untuk Biaya, pulsa data internet dan lainnya.

Belajar secara Online, menguras waktu kami yang lain membaca buku, membaca karya ilmiah, diskusi, motivasi, berpengalaman, dan lainnya, kemauan kami untuk meminta pandangan arahan hilang, hanya karena online maka masa depan kami tidak berdaya lagi untuk perubahan.

Mengembangkan Skill anak muda Papua semakin di kehilangan waktu, hilang kemauan dan seakan kami tidak berguna, begitu pula belajar juga tidak guna, maka online untuk siapa? Kami rasa kami tidak ada perkembangan belajar secara online untuk mata kuliah, karena kami butu masa depan generasi kami harus cerah dan ceria dimata manusia dan mata Penciptanya.

Penulis adalah mahasiswa Papua kuliah di Uncen.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *