Oleh: Victor Yeimo

Manusia itu spesies termaju yang punya kemampuan berpikir dengan logika dialektis. Otak manusia tidak seperti robot yang dapat diprogram dan dikontrol berdasarkan logika formal. Pikiran manusia tidak dapat terisolasi atau terpenjara, tetapi terus menerus berpikir dan terbentuk oleh realitas objektif.

Orang Papua punya otak seberat 1,5 kg, yang sama dengan berat otak orang Indonesia, Eropa, Amerika, Yahudi, dll. Memiliki sekitar 100 milyar sel (neuron), yang juga dapat mengembangkan potensi kecerdasan IQ, sama seperti ras, suku, gen, dan bangsa lain di dunia.

Karena itu, orang Papua adalah manusia yang punya nalar berpikir, yang memiliki kemampuan intelektual untuk memahami segala realitas objektif sekongkritnya untuk memaknai, meyakini, dan menggeneralisasikannya dalam kehidupan dan perjuangannya.

Kolonialisme Indonesia telah berupaya meyakinkan orang Papua untuk berintegrasi dalam ideologi politiknya. Nahas, tidak berhasil. Sebab orang Papua telah mengalami dan menyimpulkan bahwa Indonesia bukan masa depan bangsa Papua. Indonesia gagal meyakinkan orang Papua bahwa NKRI adalah rumah masa depan bangsa Papua.

Karena tidak berhasil meyakinkan ideologi politiknya, maka tidak ada jalan lain selain memaksakan. Alat paksa kekuatan militer dikerahkan di semua lini. Tentu orang Papua tidak akan yakin dan tunduk pada pemaksaan kekuasaan kolonial. Indonesia tidak dapat tahan Papua dengan pemaksaan.

Artinya, Kalau sudah terjajah, jangankan manusia, menurut Trotsky, hewan pun memiliki kemampuan untuk berpikir dan menarik kesimpulan tertentu dari situasi yang dihadapinya. Hewan yang kau paksa saja bisa berontak, apalagi manusia.

Kita bangsa Papua sedang berjuang berdasarkan keyakinan yang bersumber dari kebenaran-kebenaran objektif; menggunakan logika dialektik; bukan berdasarkan logika formal yang subjektif dan mistis. Bukan ikut-ikutan, apalagi dipaksa ikut-ikutan, seperti rakyat Indonesia yang gampang ikut hoax politik penguasa Indonesia.

Maka, kesadaran perjuangan bangsa Papua melawan kolonialisme Indonesia mesti berangkat dari analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada. Tidak berdasarkan pemaksaan sepihak, tetapi berdasarkan kesadaran bersama, keputusan bersama, dan perjuangan bersama.

Orang Papua telah menjadi bangsa beradab ribuan tahun diatas tanah airnya; memiliki keyakinan berdasarkan pada logika dialektik; yang melihat, mencerna dan melaksanakan. Bukan melihat atau mendengar langsung melaksanakan. Itu penyesatan dan pemaksaan, sebagaimana kelakuan kolonialisme Indonesia.

Kita tolak pemaksaan ideologi politik kolonial Indonesia di West Papua, sebab keyakinan kita sangat tepat yakni, kemerdekaan adalah solusi bagi kebaikan tanah dan manusia Papua. Dan ingat! tidak cukup hanya yakin, kemerdekaan harus direbut dengan berjuang terus menerus!

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *