Oleh: Amison Agapa

Menangislah saat hujan, ketika air membasuh diwajah.
Agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, kau sedang merindukan

Perasaan adalah Perasaan kita tidak dibagikan, dia tetap perasaan, kita tidak sampaikan, ceritakan dia tetap perasaan

Maka itu perasaan tetap diungkapkan dimedia sosial melalui berbagai huruf, kata, dan kalimat

Walaupun mereka tidak tauh saya menyukai mereka.
Walaupun mereka tidak tauh saya merindukan mereka dari jarak jauh.
Walaupun mereka tidak tauh saya menghabiskan waktu untuk memikirkan mereka

Hanya perasaan yang diungkapkan.
Selamat berduka-cita keluargaku, saya diranrau siksa diriku dalam perasaan, seperti cacing kepanasan, seperti babi beradu dikandang, inginku bersama kalian, merayakan kehilangan diantara kita yang tersayang hilang begitu saja tanpa pamit

Keluargaku saya bukannya benci, bukannya saya tidak menemui, bukannya saya tidak bersama kalian dalam berduka-cita yang sedang kalian alami, sayapun demikian.
Tapi, karena Cocos 19 yang sedang mengular di seluruh dunia, di Indonesia, lebih khususnya di kota Nabire

Keluargaku saya saya menghargai kalian dan saya menghargai perasaanku perasaan kalian.
Tapi, saya lebih menghargai protokol pemerintah Kabupaten Nabire

Keluargaku kalian adalah satu hal yang saya banggakan, saya rindukan dalam perasaan dari jarak jauh kota Holandia

Dimana jalan tuaku yang dulu ada bekas kakiku puna begitu saja, pelabuhan Nabire, Bandar udara Nabire, kamu hanya tinggal jejak dan nama

Saya Sudah buta jalan pulang ke Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, menuju ke keluarga berduka-cita

Senja sore saya titipkan salam rinduku, tolong sampaikan kepada keluargaku, walaupun senja sore terbenam di ufuk barat

Senja sore kau kembali ke ufuk timur, bersinar matahari pagi menerangi keluargaku, saya sedang dalam rindu

Penulis: Adalah Mahasiswa Papua kuliah di FKIP

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *