Jayapura, Suara Mee – Menanggapi kasus penembakan di Intan Jaya, Solidaritas Muda Katolik melakukan pemasangan Lilin dan membacakan pernyataan sikap di halaman Aula STFT Fajar Timur, Padan Bulan Jayapura. Sabtu, 14/11/2020.

Berikut adalah pernyataan sikap solidaritas muda Katolik yang di bacakan oleh ketua BEM STFT Fajar Timur, Darius Marian yaitu:

  1. Dengan ini, kami memohon kepada presiden republik Indonesia, segera menarik pasukan TNI dan POLRI dari wilayah konflik Intan Jaya Papua dan daerah konflik lainnya, karena:

a. Kehadiran pasukan TNI dan POLRI sangat meresahkan umat Tuhan dan rakyat Papua pada umumnya dan Intan Jaya pada Khususnya.

b. Sudah dua orang petugas Katholik menjadi korban penembakan oleh TNI dan POLRI di antaranya Alm. Ruvinus Tigau dan Agustinus Duwitau.

c. Karena kehadiran TNI dan POLRI membawa trauma dan gangguan psikologis masyarakat sipil di Intan Jaya dan umumnya masyarakat Papua

  1. Mendesak konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) supaya segera turun tangan melindungi umat Allah yang sedang teraniaya dan terbunuh oleh kehadiran pasukan TNI dan POLRI di Papua, Khususnya di Intan Jaya.
  2. Mendesak lima Uskup se-region Papua untuk membentuk tim investigasi atas peristiwa penembakan Alm. Ruvinus Tigau pada 26 Oktober 2020 dan pewarta Katholik Agustinus Duwitau.
  3. Mendesak KOMNAS HAM turun di Intan Jaya untuk melakukan Investigasi peristiwa Alm. Tigau.
  4. Mendesak gubernur Papua, DPRP dan MRP segera mengambil sikap terhadap kondisi keamanan di Papua, sesuai dengan UUD No. 7 Tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial dan bertemu pemerintah pusat untuk menyikapi situasi Intan Jaya dan sekitarnya dan Papua pada umumnya.
  5. Dengan tegas, menolak segala bentuk investasi yang hendak beroperasi di Intan Jaya dan Papua pada umumnya.
  6. Kami meminta agar pelaku penembakan terhadap katakis katolik Intan Jaya di adili di pengadilan HAM sesuai prosedur yang ada dan berlaku.
  7. Mohon doa dari Bapak suci Paus Fransiskus untuk kedamaian dan kekuatan bagi umat Tuhan di tanah Papua dan keluarga yang di tinggalkan.

Sekian dan Terimakasih.

Reporter: Simion Kotouki

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *