Jayapura, Suara Mee – Terkait disahkannya pemekaran 10 distrik dan 109 kampung oleh pemerintah Deiyai melalui sidang ABT beberapa waktu lalu, forum solidaritas mahasiswa/i se-jayapura menggelar aksi penolakan dihalaman kantor DPRP provinsi papua, senin, (16/11/2020).

“Saya sangat mengapresiasi kepada mahasiswa Deiyai, di Jakarta ketika mau lakukan demo massa aksi dibiarkan, sedangkan Papua dibubarkan. Namun hari ini kalian bisa hadir hingga di halaman kantor DPRP, itu sesuatu yang sangat luar biasa.” Hal ini disampaikan oleh komisi I DPRP Amos Edowai SE, Msi, saat mengahadiri massa aksi di halaman kantor DPRP.

Ia mengatakan, “Gedung DPRP ini adalah rumah kalian, kami diutus untuk kamu maka dari itu para pihak keamanan jangan membatasi mereka untuk datang menyampaikan aspirasinya,” tegasnya.

“Semua stagmen yang kalian buat, saya bersama ketua dan anggota kami akan mengundang, dan dalam waktu yang singkat kita kerja dan serahkan kepada pemerintah Deiyai, karena keputusan terakhir ada di daerah tentang pemekaran kampung dan distrik, Ujarnya.

Sebagai senioritas Nikolaus Edowai mengatakan, “Menyikapi aspirasi yang baru saja di sampaikan oleh mahasiswa Deiyai di Jayapura, secara pribadi sangat mendukung karena pemekaran 10 distrik dan 109 kampung tidak sesuai mekanisme, dan syarat pemekaran pun tidak sesuai undang undang yang berlaku”. Bebernya.

“Mengapa harus pemekaran dulu, sedangkan masalah sosial lainya tidak dilihat dan dijawab seperti, pelanggaran HAM, luapan air, infrastruktur, baik jalan jembatan, air bersih, lampu, serta tapal batas yang hingga kini belum selesai.” Imbunya.

Lanjutnya, “Maka dari itu hal hal seperti ini musti dijawab dan diselesaikan karena pemerintah deiyai hadir untuk masyarakat.” Pungkasnya.

Reporter: Jheff Badii

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *