Foto dok. Papuansphoto, Lokasi Serui Laut

 

Oleh: Amoka

Aku ijinkan engkau pergi, bila itu yang kau inginkan.! Meski tangisku darah, aku yakin perasaan mu iba. Karena kau sudah bosan mendengarkan lantunan tembang cintaku. Dan itu mungkin menjadi satu alasan kecil dari berjuta alasan yang kau putuskan untuk menjahui diriku.

 

Pergilah Duhai adinda putri Cenderawasih Papua, kejarlah dunia baru-Mu tanpa aku. Semoga kau bahagia dengan jalan yang kau pilih, Doaku untuk dirimu, semoga kebahagiaan tidak berpaling darimu. Aku rela meski hatiku perih.

 

Aku hanya harap kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan disana. Semoga pengganti diriku, dapat lebih mengerti perasaan-Mu. Meski dalam hati kecilku, semoga kau tidak dapat apa-apa disana.

 

Semoga kau tidak menemukan apa yang kamu miliki sebelumnya. Mungkin aku egois, tapi aku insan yang mengharapkan-mu. Sampai kapan pun, aku tetap mengharapkan-Mu..!

 

Biar aku harus mengarungi hari dengan derain tangis, aku rela. Karena aku yakin, apapun yang kau lakukan, kesedihanku akan memberatkan setiap langkamu.

Sungguh, aku tidak sengaja membuat kamu terluka seperti itu. Sama sekali bukan niatku semua ini.

 

Tolonglah wahai kekasihku yang berhati baja, beri aku waktu untuk lebih mengerti hatimu. Jangan biarkan aku seperti ini.!

Aku berlagu, aku menyanyi, aku berteriak, aku menangis. Semua ini memberatkan langkamu.

 

Ku mohon…rubahlah pendirianmu dan putar baliklah langkamu.  Dengarkan rintihan kecil dari seorang pemuja bidadari sepertiku ini.! Jika kalu telah letih, jika kamu lelah berjalan, jika kau sampai dibatas waktu lemah.

 

Ingatlah aku, orang yang telah mengabadikan dirimu didalam hatiku. Orang yang menorekan namamu dalam pusara hatiku. Orang yang menjadi pengemis atas cinta.

 

Sampai kapan pun, aku akan tetap mencintaimu meski kamu tidak aku akan berusaha memohon doa agar kamu kembali, walau kau terus pergi aku terus merinduhkan-Mu, biarpun tak secuil dirimu untuk-Ku. Aku akan ingat dirimu, meski kau tak perna mengingatku.

 

Epilog:

Kaulah cinta sejati sepanjang hayat dikandung badan. Ayolah gadisku yang telah bermuram durja dan terus menjauh. Urungkanlah niatmu dan lihatlah kepadaku, semuanya belum terlambat. Aku berjanji akan menyirami terus luka hatimu, hingga kau lupa perna mengalaminya. Aku berjanji.. Asal kau mau untuk kembali.

 

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *