Foto Penulis

Oleh : Davit Mote

Dulu pendekatan teman atau sahabat melalui jabatangan atau senyumam tetapi sekarang terbolak-balik jabatang akan memisakan teman jadi musuh menjadi Teman.

Penyakit yang melebar di seluruh Dunia adalah Corona atau disingkat Covid-19, Lockdown meliburkan semua aktivitas manusia di seluruh dunia harus sadar diri dan bertobat, mungkin saja itu salah satu kutukan dari Tuhan karena Dunia melebar kekerasaan, maka itu kekajauan, memiras, beralkohol, pembunuhan, juga pemerkosan banyak dimana-mana di seluruh Dunia.

Pelajar dan Mahasiswa mengorbankan kuliah akibat Virus Covid-19, apalagi di Papua. maka Mahasiswa Universitas Cenderawasih memintah kepada pimpinan Lembaga Uncen dan pimpinan dinas p dan p dan semua Fakultas yang ada di kota Jayapura, “kami” pelajar dan Mahasiswa/i meminta, kami tidak mau kuliah online karena orang tua kami tidak mampu membiayai karena kebanyakan petani punya anak maka kami tolak belajar online, kami mahasiswa/i kebanyakan tidak memiliki Hp Android, kami minta kuliah tatap muka dengan Dosen dan Teman- ke teman supaya kami juga kenal dengan Dosen dan Juga Teman.

Penyakit Corona yang menliburkan semua aktivitas, sepertinya, Gereja, kampus dan lain-lain yang ada di seluruh Dunia maka kebanyakan orang sudah dilupakan Agama, salam-salaman itu sudah hilang dari zaman Corona ini, teman tapi duduk Jarak jauh dari satu meter.

Covid-19 itu di sisi lain bagus, mengapa saya katakan Corona itu bagus karena apa Kami orang Papua berhap makan yang sudah jadi, Minuman yang sudah jadi sehingga kami sudah terlupakan orang tua yang sudah ajar dari kecil sepertinya kerja ditangan kebun, sudah terlupakan laki makanan asli orang Papua sepertinya Ubi, sayur-sayuran, keladi dan lain-lain, masakan barapen bungkus lalu masak di api. Manusia Papua, Orang Papua, Rakyat Papua bersyukur karana kita kembali ke awal, kembali ke semula hal ini kita orang Papua harus sadar.

Aneh tapi nyata, ibadah sudah ditutupkan, pesawat sudah ditutupkan, kapal sudah ditutupkan, itu karena Pemerintah melihat bahawa keselamatan Nyawa Manusia itu lebih peting dari pada yang lain maka akses semua ditutupkan, untuk itu Gereja, Sekolah atau kampus ada semestinya harus adakan sesuai target Pemerintah karana manusia oleh sebab itu kita berterimakasi kepada Pemerintah.

Covid 19 Mengajar kepada kita, orang Papua kita sadar diri bahawa kita kembali ke berkebun, Tinggal dirumah saja, dari rumah ke kebun, dari kebun ke kerumah itualah akan selamat dalam penyakit Covid-19 ini, maka sebelum Covid-19 muncul, manusia aktivitas hambur, Pemuda dari kampung semua turun ke kota sehingga mungkin saja Tuhan lakukan melalui penyakit itu, Corona ini sebagai permusuhan. Corona ini adalah merubah manusia Papua hati dan pikiran orang Papua maka kita orang Papua refereksi dan sadar diri kita orang Papua rambut keriting.

Corona Memusnahkan banyak nyawa Manusia di seluruh Dunia bahkan jika simpul ribuan orang telah korban, Ratusan Masyarakat,ratusan pejabat Yang meninggal dunia karena Covid-19, untuk itu kutukan dari Allah atau kesalahan Manusia sendiri itukan salah satu pertanyakan.

Corona mentenangkan semua beraktivitas di seluruh dunia, lima benua, maka kita manusia harus sadar dan referensi diri masing-masing sehingga kita harus tahu saya ini siapa, saya ini berada dimana maka saudara keluar dari rumah tahu pulang itu cuci tangan pakai sabun, kalau saudara tidak cuci tangan belarti saudara jadi musuh besar sama keluarga dan lainnya.

Kesimpulan saya adalah kewaspadaan wabah penyakit Covid 19 Menhabiskan nyawa Manusia sehingga kita Manusia juga perlu ikuti aturan yang ada.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *