Oleh: Semuel Nawipa

Masyarakat pribumi yang kalah bersaing di negerinya sendiri bahkan tidak segan-segan mereka kekayaan dan membunuh setiap orang yang bertahan dan melindungi kekayaan.

Berbagai daerah di kolonial Indonesia, jika kita mengamati secara seksama, maka kita akan mengamati sebuah fenomena yang sengguh aneh namun nyata bahwa rakyat pribumi semakin tergeser dan kalah bersaing dengan rakyat pendatang dalam bidang ekonomi.

Dalam perdagangan, orang Papua sudah sangat ketingalan karena orang papua menganut sistem pola ekonomi subsitem yang hanya memikirkan keuntungan hari ini hanya untuk makan saja. Untuk besok nanti kita cari lagi, jangan pikir hari esok karena hari esok pasti ada berkat tersendiri.

Kebanyakan dari kita orang Papua tidak memiliki perencanaan jangka panjang yang baik dalam pengembangan dunia usaha dan untuk kelanjutan hidup di masa mendatang.

Contoh lain, ketika kita melihat di pasar ikan Hamadi Jayapura, rata-rata pedagang ikan adalah saudara-saudara pendatang dan yang menangkap ikan adalah mereka. Sungguh suatu situasi yang sangat menyakitkan tetapi apa boleh buat memang cara hidup masyarakat kita seperti yang di Gambarkan diatas.

Demikian juga pasar Youtefa seluruhnya los-los pasar di kuasai oleh pedagang pendatang sementara orang-orang pribumi hanya berjualan di pinggiran bangunan pasar. Ada juga yang hanya datang menjual hasil kebunnya kepada pedangan yang bermodal lalu kembali pulang. Penyebab situasi yang digambarkan di atas di karenakan orang pribumi tidak memiliki modal yang cukup untuk membuka usaha.

Selain itu, kebanyakan orang pribumi tidak memiliki kebesaran dalam pengelola sebuah bisnis dagang dengan keuntungan sangat kecil pula, yang terpenting sebenarnya bukan untungnya namun apakah usaha bisnis tersebut bisa bertahan atau tidak alias bangkrut.

Bagaimana mungkin orang mau berkembang dalam bidang ekonomi jika selalu ada sifat ketergantungan.

Selanjutnya, jika ada seseorang yang memiliki kios atau toko untuk bisnis, maka saudara-saudaranya akan datang ke kios bukan untuk membeli namun mengambil barang dengan berutang, jika tidak diberikan, maka ia akan mengembangkan cerita-cerita yang negatif tentang kita.

Penulis adalah: Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih Jayapura Papua.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *