Oleh: Jhon NR Gobai

Pengantar
Masyarakat perkotaan yang bukan pemilik tanah dan belum bisa membeli tanah dan belum tentu dapat membeli tanah, mereka mempunyai pekarangan rumah namun pasti terbatas, untuk menghasilkan yakni umbi-umbian, lauk pauk dan sayuran serta ikan. Hal yang nyata adalah di Pinggiran Cycloop.

Hal ini tentu bisa dipersiapkan oleh Pemerintah agar masyarakat kaum urban di Kota yang cukup banyak dapat menciptakan Lumbung Pangan Lokal, saya meyakini jika diberdayakan maka masyarakat urban misalnya di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dan diperkotaan lainnya bisa mengambil peran untuk ketersediaan, umbi umbian, sayur mayur, buah-buahan serta ikan.tentunya dengan penyiapan lumbung pangan lokal bagi kaum urban dan adanya trans lokal yang disertai dengan program pengembangannya.

Pengembangan Kaum urban Papua di kota
Hal pertama adalah Lahan atau Lumbung Pangan Lokal Kaum Urban, Jadi ini pikiran saya saja. Seperti di Kota Jayapura masyarakat banyak masyarakat urban yang kehidupan sehari–harinya adalah bertani. Talenta mereka disitu dan jika diberi kesempatan saya yakin mereka siap untuk membantu, tentu kita semua ketahui bahwa masyarakat Lapago-Meepago, Maybrat ini aslinya bekerja bertani, kemampuannya sebagai petani tak diragukan, tinggal bagaimana ada lahan yang disiapkan untuk digarap dan dengan waktu yang terjadwal, hasil perkebunan tersebut diambil atau dibeli oleh pemerintah melalui dinas terkait. Namun soal lokasi ini tak lepas dari Ondoafi atau para pemilik ulayat sehingga mau tidak mau harus dilibatkan dan pola pengalihan tanahnya adalah Pinjam Pakai Tanah.

Maksud saya jika ada lahan yang bisa dipinjamkan lalu dibuatkan perjanjian tertulis agar tak jadi masalah itu lebih baik. Masyarakat dari Lapago, Meepago dan Maybrat serta masyarakat lainnya ini menggarap lahan tersebut untuk kebutuhan sayur,buah buahan dan hasilnya dibeli. Untuk lokasinya,bisa lokasi Arso, Koya atau daerah Sentani Barat atau di Ruas Jalan Jayapura ke Wamena ini penting agar tumbuh wilayah wilayah baru.

Yang penting pemerintah mau memberdayakan, saya pikir masyarakat ini sangat siap untuk hal-hal semacam itu. Dapat juga dikembangkan program transmigrasi lokal disepanjang jalan Wamena ke Jayapura atau Jayapura ke Pegunungan Bintang agar terbangun pusat pusat pertumbuhan baru, agar masyarakat tidak berkebun di lereng lereng gunung yang merupakan kawasan lindung.

Kedua,Kemitraan usaha yang dimaksudkan adalah dalam rangka menampung hasil pangan lokal dan juga pangan olahan yang akan dijual agar petani tidak lagi harus berpikir kemana akan menjual hasil pangan lokal yang mereka produksi. Hal ini menurut saya bisa dilakukan dengan pemerintah melalui adanya penetapan BUMD atau dengan Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP), atau koperasi sehingga memungkinkan pangan lokal dapat dibeli, Pasar dalam hal ini bukan berarti bangunan dalam bentuk fisik tetapi pasar yang dimana ada pihak yang siap membeli menampung pangan lokal dan pangan olahan, sehingga petani dan pedagang tidak berlama-lama duduk dipasar atau berjualan dipinggir jalan.

Ketiga, Selain itu untuk mendukung hal ini, dibutuhkan juga gudang penampungan pangan lokal, sehingga hasil pangan lokal maupun olahannya bisa disimpan.

Keempat,Sarana transportasi, dalam rangka pengembangan pangan lokal pada kaum urban diperlukan adanya sarana transportasi yang dapat mengangkut petani dan juga hasil dari lumbung pangan lokal

Penutup
Situasi Covid telah menunjukan adanya semangat kembali ke Pangan Lokal ini sesuatu yang baik, dan pemerintah provinsi papua dan DPR Papua sudah melakukan satu langkah yang baik yaitu membeli pangan lokal namun menurut saya diperlukan juga sebuah pola yang strategis dan bekelanjutan untuk memandirikan masyarakat dengan penyiapan lumbung pangan lokal bagi kaum urban yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah,seperti yang dilakukan oleh Dokter Allo Giyai di Koya, Kilo 9 dan penciptaan trans lokal, bukan kita marah marah kepada masyarakat yang membuat kebun dipinggiran Cicloop.

Pengembangan pangan lokal tersebut bisa diupayakan melalui Peraturan Daerah Provinsi (PERDASI) tentang perlindungan dan pengembangan pangan lokal dan pedagang masyarakat adat Papua.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *