Oleh, Frans Pigai

Tulisan sederhana tentang kerja kolektif sebagai hasil dari refleksi hidup yang panjang karena melihat dan merasa kondisi Papua yang semakin hari semakin terancam oleh bencana dari berbagai aspek kehidupan manusia di atas tanah leluhur sendiri.

Revolusi itu butuh kerja kolektif dari setiap lini pertahanan dan kemudian itu bisa berpengaruh terhadap kehidupan yang hakiki dan kebebasan hidup di atas tanah leluhur sendiri.

Kerja kolektif seperti apakah yang harus diperjuangkan? Kerja kolektif dari aspek politik Papua, ekonomi rakyat dan kebudayaan di setiap daerah di Papua. Aspek politik Papua, ekonomi rakyat dan kebudayaan (kerja kolektif dari sisi kebutuhan hidup sehari-hari) yang bisa berpengaruh terhadap pertahanan pergerakan bagi bangsa leluhur seperti; kerja kebun ‘odaa owaadaa.’

Saya bukan seorang kaum pembela kebenaran yang hebat, saya bukan ahli ekonomi rakyat yang bisa mempertahankan pada kemajuan ekonomi di daerahnya dan saya bukan seorang budayawan yang hebat. Saya hanya bisa menulis agar kita semua sadar akan kehidupan dalam mengembangkan, mempertahankan, dan memperjuangkan kehidupan yang semakin terancam dari aspek politik pembebasan bagi bangsa yang merdeka.

Perjalanan yang menyedihkan ini sebagai bentuk untuk memperjuangkan harkat dan martabat manusia Papua secara utuh di atas tanah leluhur sendiri. Mengapa, karena sejak dulu hingga kini, manusia dan tanah leluhur jadi ancaman yang sangat merugikan bagi kehidupan rakyat di atas tanahnya sendiri.

Terima kasih kepada rakyat yang sadar akan ancaman yang sangat meruntuhkan kinerja (pola) pergerakan dalam perjuangan yang hakiki. Terima kasih juga kepada rakyat yang sadar dan lalu bekerja untuk hidup di atas tanahnya sendiri. Terima kasih kepada kaum pembela kebenaran (politik bangsa Papua), kaum pemilik usaha-usaha kecil (kaum ekonomi rakyat), dan kaum pemilik budaya leluhur (kaum yang mempertahankan budayanya sendiri).

Oleh sebab itu, kehidupan manusia di dunia (bumi) Papua ini tidak terlepas dari konflik terhadap kehidupannya. Seperti, apa yang sudah di bahas di atas. Kehidupan memang menjadi tantangan yang harus diperjuangkan agar revolusi itu bisa tercipta dan bisa dirasakan oleh kaum pemilik tanahnya sendiri. Revolusi itu butuh kerja kolektif (nyata) dalam perlawanan yang hakiki untuk menciptakan harkat dan martabat manusia Papua di atas tanahnya sendiri.

Kopi Pagi di Negeri atas Awan

Penulis adalah anak rimba Papua

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *