Oleh: Jekson Gobai

Dunia ini tidak ada kelas terhormat, dan tidak terhormat, yang membedakan kelas-kelas terhormat dan tidak terhormat hanya dengan umur, posisi/kedudukan/jabatan. Iven Iven terhormat dunia internasional pun tidak menggunakan slogan kata terhormat dan tidak terhormat, yang gunakan itu hanya sudaraku perempuan dan sudaraku laki-laki atau Mr Presiden dll. Itu artinya mereka tau bahwa dunia ini tidak ada kelas terhormat dan tidak terhormat, yang ada hanya sama rata sama rasa.

Yang paling konyol lagi dalam acara-acara penting kerohanian (gereja) selalu mengunakan metode yang terhormat, dan yang saya hormati. Kalau begitu logikanya apa itu? Masa kita sama-sama datang menyembah Tuhan dengan sama tinggi dan sama rendah ko? Ciptakan kelas kelas? Kalo gitu bagimna pandangan Tuhan. Mari kita tinggalkan budaya tidak baik yang diajarkan oleh Indonesia, dan inilah salah satu dari sejumlah watak kapitalistik yg senang tiasa bertumbuh subur dalam tatanan kehidupan kita orang papua.

Karena, secara tidak langsung tercipta kelas terhormat dan tidak terhormat, kelas besar dan kelas kecil, kelas tinggi dan kelas rendah, maka sejatinya kesetaraan manusia yang adalah termulia antar sesama sedang dilacurkan dengan slogan-slogan belaka diatas. Mari kita tolak budaya Indonesia yang mendeskriditkan nilai manusia antar sesama.

Saya Tolak EYD Indonesia yang mendekridtkan sesama antar manusia.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *