Hari-hari yang kita lalui, menjadi pengalaman hidup yang ceritanya akan hidup. Setiap orang mempunyai pengalaman hidup di masa lalu, latar belakang yang berbeda. Pengalaman itu seperti sakit, sedih, senang, bahagia, berjalan jauh, cari kayu, cari ikan, berdukacita dan masih banyak lagi. Ini semua pasti di alami oleh setiap orang yang kemudian menjadi bahan cerita. Sebagai manusia punya daya ingatan yang tidak mencapai pada batas kemapuan ingatannya namun sesuatu yang di alami oleh dirinya sendiri pasti akan hidup di alam ingatannya. Sehingga kapan saja, bisa menceritakannya sebab masih ingat utuh. Kenapa di katakan demikian, ya karena kita biasa ceritakan saat berkumpul bersama keluarga dan teman-teman atau bersama orang lain juga. Sering Ada Kesalahan Cerita Kesalahan saat cerita adalah ketika kita menceritakan pengalaman yang seakan kita yang lakukan sesuatu yang aneh sehingga membanggakan diri, kebetulan menceritakan dengan orang-orang yang tidak ada di cerita itu, ini satu hal kesombongan. Tetapi ketika cerita itu benar Anda yang melakukannya, maka Anda layak di kagumi. Ada cerita sedih yang tambah-tambah bahasa agar pendengar lebih sedih hingga mencucurkan air mata sekalipun Anda salah. Menceritakan sesuatu yang sedih itu ceritakan sesuai dengan kebenaran dan kejadian saja. Ada juga cerita yang kita ceritakan dengan tambah bunga supaya orang lain tertawa lebih. Ini bahan cerita jadi anggap biasa saja, sebab tidak bawa masuk sampai di pikiran, tapi di luar kenyataan itu masuk pada kategori salah. Tulislah Pengalaman Hidup Sesuatu yang pernah kita alami dan lakukan di masa lalu perlu kita tuliskan, supaya suatu saat ketika kita sudah tidak ada, generasi berikutnya bisa baca dan tahu bahwa orang tua, tete nenek sudah pernah lakukan hal hal besar ini atau membangun rumah ini dan sebagainya. Hal ini sangat penting supaya sejarah tidak hilang dan masih tetap hidup karena masih ada tulisan yang di tinggalkan. Contoh sederhana bahasa daerah semakin punah karena belum ada yang di tuliskan secara lengkap, kemudian posisi saat ini, anak-anak yang lahir di tengah dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah, tetapi bahasa Indonesia lebih dominan di ajarkan ketimbang bahasa daerah. Ini menandakan bahasa daerah semakin hari semakin hilang. Saya yang lahir di tengah kehidupan berbahasa daerah saja, sudah tidak tahu sebutan benda atau makhluk hidup dalam bahasa daerah, sebab tidak ada tulisan bahkan tidak ada orang yang sebutkan didepan mata saya. Oleh sebab itu, marilah kita tuliskan, supaya sejarah dan bahasa tidak punah namun terus di wariskan. Kesalahan Tulis Berakibat Fatal Setiap tulisan, harus sesuai dengan cerita hidup yang ada dan sesuai kejadian dan kebenaran, supaya generasi berikutnya tidak gagal paham dan tidak salah menindaklanjuti sejarah atau pengalaman hidup. Oleh sebab itu tulis dengan teliti dan cermat supaya memberikan penjelasan yang mudah dipahami dan di pertahankan oleh generasi berikutnya. Kesimpulan Tuliskan sesuatu yang punya dampak yang besar supaya tidak hilang dari kehidupan setiap generasi dan dapat di pertahankan turun temurun. Oleh: SK
Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *