Hidup jurnalis Papua yang selalu suarakan tentang bumi Papua yang selalu mendengar tangisan air mata untuk meminta keadilan dan pengakuan.

Hidup Bumi Papua yang selalu berikan kami susu melalui sungai dan air serta seluruh ekosistem yang sedang mencuri oleh kapitalisme Amerika.

Hidup Tanah Papua yang selalu memelihara kami melalui hasil tanaman diatas bumi Papua walaupun orang Amerika datang mencuri kekayaan alam Papua seperti di tembagapura.

Hidupkan pulau Papua dari kapitalisme karena kapitalisme adalah perusak bumi Papua, walaupun kelompok elite politikus Papua yang kini belum bertobat.

Selamatkan bumi Papua dari perut kapitalisme karena seluruh isi bumi Papua harus diatur oleh orang Papua bukan orang Amerika dan Cina.

Stop bongkar hutan Papua karena hutan adalah sumber penghidupan bagi orang Papua yang selalu berhadapan dengan teror atau kekerasan hingga detik ini.

Stop ambil kekayaan Papua karena kekayaan Papua bukan kepentingan milik Negara Amerika dan Cina tetapi kekayaan Papua adalah milik orang Papua untuk kepentingan bersama.

Stop bicara otonomi khusus karena otonomi khusus adalah pelaku perusak bumi Papua karena kapitalisme adalah pemakan kekayaan emas perak dan tembaga mutiara dari Papua.

Stop bicara pemekaran propinsi karena pemekaran propinsi adalah gunting pemotong bumi Papua bekerjasamadengan kelompok pro kapitalisme yang beroperasi seluruh kekayaan emas terdiri dari 7 lapisan.

Kasihan atau tidak Bumi Papua sedang menangis depan orang yang bisa melihat, bumi sendiri berdiri air matanya jatuh ditengah semua orang yang sibuk meminta DOB dan Otsus.

Bumi Papua membuka mata besar-besaran melihat kelompok yang memegang pisau tajam atau disebut gunting untuk memotong mamanya sendiri

Selamat Bumi Papua, kami walaupun sebagaian orang bisa memperdulikan lebih kedalam tentang apa yang selama ini mendatangkan penderitaan karena derita bumi Papua adalah derita kita bersama.

Salam ucapkan lagi, selamat hari Bumi sedunia karena masih bernapas, belum berkiamat, karena bumi belum merdeka, penjaga bumi belum menikmati kekayaan mereka, bumi masih berdiri tegak karena Sang Pencipta belum tiupkan bunyi sangkakala

Sekalilagi selamat hari bumi untuk bumi Papua, walaupun bumi Papua telah memotong motong menjadi dua provinsi Papua dan Papua Barat.

Bumi Papua, 22 April 2021 | waktu bumi kolonial

Oleh : Jefry Giay

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *