Analisis Ekonomi Politik Marxis, Relevansi Dengan Buruh Tani Di Papua

Oleh : Musa Pekei

A.Gambaran Umum
Ekonomi adalah suatu syarat, suatu bangsa dapat bertahan hidup, sesuai dengan kondisi kemandirian ekonomi. Suatu Rakyat bisa bertahan hidup, karena adanya tanah, upah dan kerja. Situasi masyarakat papua, saat ini masih dalam kondisi ketahanan ekonomi pada tataran ketergantungan pada alam,sementara masyarakat perkotaan hidup ketergantungan pada otsus, individu pejabat papua.
Kondisi objektif masyarakat papua, masih interdependensi terhadap semua program negara Indonesia di atas tanah lahan tanah di kuasai oleh elit elit lokal papua. Kepercayaan sosial masyarakat juga di ciptakan sesuai dengan relasi uang dan material. Elit birokrasi papua di anggap sebagai tokoh, figure dalam masyarakat. Apapun yang di sampaikan statement dari figure birokrasi di anggap oleh masyarakat sebagai suara representasi rakyat.

Pernyataan elit elit birokrasi, entah itu singgung soal HAM, Politik, Ekonomi di pandang oleh masyarakat sebagai suara perwakilan rakyat. Masyarakat sendiri tidak paham soal, Apa itu system’ penjajahan? Apa itu system’ kapitalisme?
Situasi ini di manfaatkan oleh hegemoni kolonialisme, merasuki alam pikiran rakyat untuk ikut,arus terjerumus kedalam nya. Rasionalitas Kebenaran atas dasar mistis,tafsiran alkitab utopis merajalela di kalangan masyarakat, sehingga semua persoalan yang di diskusikan dalam situasi sosial, selalu saja menyampaikan dengan narasi agama dan budaya mistis.

Realitas objektif ini tidak di gambarkan dengan baik, sehingga masyarakat buta untuk mengumpulkan kebenaran ilmiah, Itulah karl marx, menyatakan “Kesadaran Sosial Akan Terbentuk Lewat Relasi Uang”.Papua dalam situasi otsus, mengajarkan masyarakat pendekatan sosial lewat tahta, kekuasaan dan uang, sehingga nilai kemanusiaan di tentukan dengan harga uang.

B.Bagaimana Persoalan Ekonomi Buruh Di Papua ?
Buruh adalah orang yang bekerja mengabdi di suatu perusahaan. Pekerjaan mereka adalah menjalankan mesin produksi, agar produk tetap berjalan secara maximal. Seorang buruh mengabdi pada tuan kapitalis. Segala tenaga, usaha jeri payah selama 8 jam kerja, dapat menghasilkan banyak produk, namun hasilnya itu si buruh, hanya mendapat 1 % (Rp.5.000.0000 -10.000.0000 / bulan).

Dengan rincian pembayaran upah,untuk buruh misalnya PT.Freeport setiap 1 menit menghasilkan 1000 ton emas, maka jumlah untuk 8 jam kerja si buruh telah menghasilkan 1 menit = 60 detik,60 x 8 = 80 .80 x 1000 = 800.000 Ton Emas di hasilkan oleh si buruh tersebut sementara upah yang ia terima hasilnya Rp.10.000.000 per bulan.Harga ini tidak sebanding dengan hasil kerja 8 jam. Semua Hasilnya itu dapat menguntungkan si tuan kapitalis.
Jadi,800.000 ton itu hanya di hasilkan dalam satu hari dan 8 jam kerja. Jika di hitung per minggu,per bulan dan tahun, maka penghasilan yang di kerjakan oleh buruh karyawan lebih besar, ketimbang si tuan kapitalis yang senang menerima pemasukan, eksploitasi, penindasan terhadap karyawan buruh tersebut.

Pembayaran upah yang seharusnya di bayar adalah membayar sesuai dengan jam kerja di pertimbangkan dengan biaya operasional mesin dan setara dengan keringat hasil kerja bagi si karyawan tersebut. Perhitungannya adalah menghitung produk yang menghasilkan, jam kerja dan sesuaikan dengan harga pasaran agar upahnya tercukupi dan adil.

Solusinya adalah para buruh yang harus mengendalikan alat produksi di bawah control organisasi. Serikat buruh yang berideologi sosialis dan tersentral, demokratis dan seadil adilnya.

C.Bagaimana Persoalan Tani Dan Jalan Keluar-nya?
Persoalan petani di papua, sangat menyayangkan.Corak produksi tanaman yang di Tanami di papua adalah ubi, singkong, keladi, petatas, sayuran dan ternak. Banyak petani yang bekerja secara individu untuk menghidupi keluarganya. Petani yang tidak punya tanah biasanya, pemilik tanah ijinkan sementara untuk berkebun.

Di perkotaan tanah tidak bisa ambil, sementara untuk berkebun,karena sistem yang mereka gunakan adalah sistem kontrak tanah. Sistem ini yang di katakana oleh karl marx sebagai “akumulasi kapital” mencari keuntungan sebesar besarnya oleh si pemilik tanah, kategori petani menurut Lenin adalah sebagai berikut, petani kaya, petani sedang dan petani miskin.

Petani kaya adalah mereka yang mempunyai tanah ber- hektar hektar dan sebagian tanahnya di gunakan sebagai sistem kontrak demi mencari keuntungan sebesar besarnya.Setiap tanah yang di miliki oleh petani kaya adalah aset,harta warisan untuk cucunya.

Petani sedang, merupakan mereka yang memiliki tanah, hanya sebidang cukup untuk garap tanah untuk kebun dan itu hanya cukup untuk kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan dan ekonomi lainnya.

Petani miskin, merupakan mereka yang hanya berkebun cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa cukup untuk bertahan hidup. Namun, mereka tidak punya cadangan kebutuhan untuk pendidikan dan kesehatan buat keluarganya.

Kesimpulannya bahwa petani kaya mendominasi kehidupan ekonomi, sosial di masyarakat. Mereka adalah para elit elit petani yang punya tanah luas,ternak banyak, dan istri banyak.Mereka juga punya pengaruh sosial yang kuat atas dasar dominasi kekuasaan tersebut. Konteks papua, petani kaya ini bisa di sebut sebagai kepala suku,atau dalam bahasa paniai di sebut sebagai “TONAWI”.Sementara petani sedang adalah mereka yang hanya memiliki tanah dan punya cadangan se jumlah uang untuk kebutuhan ekonomi sosial

Namun,mereka tidak punya kekuatan relasi sosial Petani ini hidup hanya memenuhi hidupnya dan punya cadangan secukupnya untuk biaya kebutuhan lainnya.Sementara petani miskin hanya hidup memenuhi kehidupan saja dan mereka tidak punya kehidupan yang mapan, namun seadanya.
Pada prinsipnya, melihat klas klas dalam petani ini, maka perlu ada gerakan pembaharuan itu,harus di lakukan atas nama organisasi, dan itu harus ada hubungannya dengan kerja kerja organisasi dan politik. Gerakan itu yakni semacam serikat tani yang mampu, menggerakkan, membangkitkan dan mengorganisasikan semua petani dalam satu organisasi yang merubah nasib hidup para petani.Dengan landasan politik yang jelas, dan prinsipnya mampu mematahkan musuh, lawan dan setengah setengah dalam organisasi .

Pada dasarnya gerakan serikat tani, ini mampu menggerakkan dan menyadarkan akan arti penting penindasan,eksploitasi, dan penghisapan.
Persoalan buruh tani, punya karakter penghisapan dan penindasan yang berbeda. Namun punya watak penjajahan yang sama yakni kapitalisme dan kolonialisme. Kesadaran klas perlu di bangun di basis buruh tani. Orang orang yang menjadi buruh tidak hanya dari kalangan orang asli papua. Penindasan dan penghisapan yang di alami di kalangan buruh adalah semua orang yang bekerja di buruh pabrik, tersebut. Sementara, para kalangan petani tidak hanya orang asli papua saja yang berkebun dan punya tanah, namun pendatang yang sudah lama tinggal dari tahun 1963, saat aneksasi sampai sekarang mereka juga punya relasi sampai pusat dan bekerja sama dengan elit lokal asli papua dan memperpanjang jaringan bisnis dan pemerintahan di papua.

Orang pendatang yang lama di papua yang dikirim di papua, mereka bekerja sebagai buruh dan juga tani, punya kebun luas dan pendapatan ekonomi mapan. Tentu, mereka juga punya jaringan bisnis dan ekonomi yang luas dan baik. Mereka juga tidak terlalu peduli dengan perjuangan rakyat papua untuk mendukung hak penentuan nasib sendiri.
Fokus orang pendatang buruh tani di papua, mereka juga fokus hanya mencari kebutuhan ekonomi untuk keluarga tanpa peduli terhadap kemanusiaan dan politik pembebasan papua.

Solusi bagi perjuangan buruh dan tani di papua, maka perlu ada perjuangan melalui serikat buruh tani yang di dasarkan pada perjuangan klas yang mendorong klas proletar untuk memperjuangkan hak hak nya atas semua persoalan dan menentukan nasib sendiri di atas tanah papua .

Penulis Adalah Mayarakat Desa,Tinggal Di Kampung Ugidimi Distrik Kugapa Paniai Papua

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lapago

Berita Mamta Tanah Papua

Masyarakat Kampung Ormu Harapkan Pemkap Jayapura Dan Telkom Bangun BTS

Jayapura, Suara Mee- Masyarakat Kampung Ormu yang tidak mendapat layanan, Telekomunikasi dengan Area Blank Spot berharap PT. Telkom dan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk segerah melakukan Pemasangan Base Transceiver Station, (BTS) di wilayah itu. Blank spot sendiri adalah kondisi di mana suatu tempat tidak tersentuh atau tercover sinyal komunikasi sementara BTS ialah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Tanah Papua Uncategorized

Pemprov buatkan Intruksi untuk mewajibkan “Lada” di putar di tempat tempat umum

Jayapura,Suara Mee – Sekertaris Dewan Adat Papua (DAP) John Gobay mengatakan, pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban menginstruksikan pada hari tertentu (Ditentukan oleh Gubernur Papua) untuk memutar lagu lagu daerah (Lada) dari seluruh Tanah Papua. “Kalau kami berjalan di daerah lain seperti di jogja,solo,salatiga dsb. Kami dapat mendengarkan lagu-lagu daerah. Kita tinggal di Papua […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Mamta Meepago Tanah Papua

Penentuan Wagub, Gubernur Jangan Pilih Satu Kabupaten

Jayapura, Suara Mee – Mahasiswa dari wilayah adat Meepago menilai jika Gubernur Papua Lukas Enembe memilih Calon Wakil Gubernur dari satu Kabupaten asal, jelas gubernur terapkan Sistim Dinasti Satu Wilayah. Hal ini ditegaskan aktifis mahasiswa Meepago,  Apniel Doo mereka menilai, Kehidupan sosial, kekeluargaan, keserasian hidup bagi warga di Papua sangat unik dan perlu di lestarikan. […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More