Karya Setia Perutusan bagi Sang Revolusioner

Oleh, Muyepimo Pigai

Nilai tertinggi dari seseorang manusia bukanlah di mana ia berpijak pada saat-saat nyaman dan menyenangkan, tetapi di mana ia berpijak pada saat-saat tantangan dan pertentangan, (Martin Luther King Jr.).

Sesungguhnya, setiap orang dipanggil Tuhan untuk ambil bagian dalam karya keselamatannya. Dan sebenarnya hal ini merupakan suatu kehormatan. Tetapi disadari bahwa apabila seseorang dipanggil dan diutus Tuhan akan menghadapi banyak tantangan. Tetapi Tuhan bersabda, “jangan takut!”, sebab Tuhan selalu tuntut, Ia akan menjaga dan menolong utusan-Nya itu.

Sama seperti panggilan hidup seseorang dalam problem sejarah suatu bangsa yang merdeka sebagai tugas perutusan merupakan amanah dalam organisasi politik pembebasan bagi suatu bangsa yang sengsara. Panggilan itulah menjadi tugas setia bagi seseorang dalam menjalankan amanah demi untuk keselamatan manusia dan tanah dari segala penindasannya. Sebab, manusia di utus oleh organisasi politik pembebasan untuk mewartakan nilai-nilai kebenaran melalui tindakan kongkrit dalam hidup sehari-hari di tengah umat manusia yang sadar akan hal penindasannya. Nilai kebenaran tidak sekedar menjadi asesoris kehidupan. Tetapi, nilai itulah harus menjiwai di setiap orang agar hidupnya menjadi penuh rahmat kesadaran akan nasionalisme bangsa yang sengsara di bawah hukum dan tindakan kaum penjajah.

Waktu berlalu begitu cepat. Salah satu dari sekian pejuang pembela kebenaran pernah berkata bahwa setiap detik adalah anugrah terindah yang Tuhan titipkan buat manusia untuk terus memupuk kebenaran hidup di atas tanah yang Tuhan sendiri ciptakan. Tidak peduli dengan segala problem hidup yang selalu singgah di atas setapak jalan penuh berliku dan penuh kerinduan akan kebebasan hidupnya. Karena itu, setiap orang yang sadar akan panggilan hidup mempunyai sikap perutusan yang senantiasa bertekun dan merefleksikan pengalaman dalam menjalankan amanah merupakan roda perjuangan kebebasan suatu bangsa, sehingga semakin mengenal kehendak umat yang sengsara di atas tanah mereka sendiri.

Dalam melaksanakan tugas perutusannya, seorang revolusioner sesungguhnya membangun kesetiaan dan komitmen agar tidak menjadi gentar berada dalam suasana yang membahayakan jiwanya. Sebab, hal tersebut semakin setia pada kebenaran sejati dalam menjalankan tugas perutusannya. Tidak harus memikirkan keselamatan diri sendiri, tetapi sebuah tindakan dalam tugas perutusannya akan berpengaruh pada keselamatan manusia dan tanahnya sendiri dari bahaya penindasan yang kian menjala di seluruh pelosok tanahnya.

Oleh sebab itu, karya perutusan bagi Sang Revolusioner adalah setia pada panggilan hidup dan karya-karya keselamatannya. Hal tersebut benar-benar di alami oleh sebagian besar orang yang sadar akan keselamatan manusia dan tanah. Tanah yang melingkup sumber daya alam. Tapi, perlu di ingat bahwa menjadi seorang Revolusioner sejati itu tidak mudah yang dibayangkan oleh orang, Ia tahu siapa dirinya dan Ia mampu melepaskan bebas tantangan yang sangat keras yang mempengaruhi hidup dan terlepas dari segala tawaran tertentu. Di situlah terlihat akan seorang Revolusioner sejati yang membela hak dan martabat bahkan merebut kekuasaan kedaulatan bangsa dari segala bentuk penjajahan di atas tanahnya sendiri.

Marilah kita simak, lalu menyadari betapa besar rahmat atas keselamatan merupakan tugas atas karya-karya kita bersama sebagai manusia yang menderita di atas luka penindasan yang bertubi-tubi di tanah kita sendiri. Setiap orang di utus untuk menyelamatkan manusia bahkan tanah dari konsep penjajahan yang menimbulkan penindasan, penderitaan, kesengsaraan, perampasan, dan kebohongan publik terhadap kebenaran sejati, dan berbagai bentuk tindakan yang sangat merugikan kehidupan masyarakat di seluruh pelok bumi sendiri.

Penulis adalah Anak Rimba Papua
#KumisKotor

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lapago

Berita Tanah Papua Uncategorized

Pemprov buatkan Intruksi untuk mewajibkan “Lada” di putar di tempat tempat umum

Jayapura,Suara Mee – Sekertaris Dewan Adat Papua (DAP) John Gobay mengatakan, pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban menginstruksikan pada hari tertentu (Ditentukan oleh Gubernur Papua) untuk memutar lagu lagu daerah (Lada) dari seluruh Tanah Papua. “Kalau kami berjalan di daerah lain seperti di jogja,solo,salatiga dsb. Kami dapat mendengarkan lagu-lagu daerah. Kita tinggal di Papua […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Mamta Meepago Tanah Papua

Penentuan Wagub, Gubernur Jangan Pilih Satu Kabupaten

Jayapura, Suara Mee – Mahasiswa dari wilayah adat Meepago menilai jika Gubernur Papua Lukas Enembe memilih Calon Wakil Gubernur dari satu Kabupaten asal, jelas gubernur terapkan Sistim Dinasti Satu Wilayah. Hal ini ditegaskan aktifis mahasiswa Meepago,  Apniel Doo mereka menilai, Kehidupan sosial, kekeluargaan, keserasian hidup bagi warga di Papua sangat unik dan perlu di lestarikan. […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Berita Bomberai Tanah Papua

Pemuda Pemudi Jemaat Koya Meii Belajar Menulis

Manokwari, Suara Mee – Pemuda-pemudi Gereja Kemah Injil Kingmi Papua, Klasis Persiapan Manokwari Papua Barat, Jemaat Koya Meii, melakukan seminar dengan tema pemuda pemudi belajar menulis. Bersamaan dengan ibadah pemuda berlansung dalam gedung Gereja pada Minggu (25/07/2021) Pukul 16:00 WPB – Pukul 19:00, Amban Manokwari, Papua Barat. Setelah seminar Ketua Pemuda Naftali Gobai dalam pengumuman […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More