Oleh: Silas Edowai

Aku Tidak tahu bagaimana harus memulainya. Sebuah cerita yang sudah lama aku simpan, sebuah rasa yang sudah lama aku pendam. Mungkin aku keliru. Mungkin aku salah, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa. Yang kutahu, kau selalu hadir dalam pikiranku sejak pertama kali kau menyapaku.

Dan sejak saat itu, wajahmu adalah apa yang selalu aku lihat setiap kali aku menutup mataku, dan bayanganmu adalah apa yang selalu aku temukan setiap kali aku membuka mata.

Terkadang aku berpikir, kau adalah hantu, yang dengan beraninya mampu membuatku takut kehilanganmu.
Aku tidak tahu apa istimewanya dirimu untuk kupikirkan.
Kau terlihat biasa saja tapi kau selalu mampu membuatku penasaran. Hingga waktu membawa kita ke dalam sebuah kebersamaan, aku semakin mengenalmu, semakin sering melihatmu lalu memperhatikanmu diam-diam. mungkin kau tidak pernah menyadarinya. Karena bagimu, aku bukanlah apa-apa. Tapi kau tahu, kali ini aku harus jujur.

Aku sering menatapmu dari jauh. Aku sering menikmati tawamu, senyummu dan candamu walaupun semua itu tidak kau tujukan untukku. Aku senang mendengar suaramu, walaupun bukan aku orang yang kau ajak bicara.

Aku bahagia bisa melihatmu, menikmati setiap gerak-gerik tubuhmu. Aku bahkan bersyukur walau aku hanya bisa memandangi punggungmu ketika kau membelakangiku atau ketika kau berjalan menjauhiku.

Penulis adalah mahasiswa Papua kuliah di Jayapura

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *