Oleh: Silas Edowai

Kutatap kertas putih kosong yang tergeletak diam, digenggaman tanganku, Tiba-tiba suara tawa yang tak pernah asing terdengar oleh telingaku, Suara tawa orang yang pernah mengisi kertas putih kosong itu dengan tulisan yang sederhana. Kupalingkan wajahku pada asal suara tawa itu, lalu ku mencoba tersenyum melihatmu berjalan dengan seorang perempuan yang mungkin usianya sebaya denganKu,Ku terus menatap tanpa kau tau, dan tanpa kau menoleh sedikitpun padaku.

Mencoba menahan senyum sambil mengenggam erat kertas putih itu, aku seakan meluapkan rasa amarah, rasa kesal, sedih, dan kecewa pada kertas putih kosong, yang tak pernah sedikitpun berbuat salah padaku.

Rasa bersalah membuatku terdiam sejenak lalu Ku tersadar, Ku tatap kertas yang sudah terlihat kusut ditanganKu, Menahan deras airmata yang terasa mau mengalir dipipiku tapi kucoba menahan airmataku dan berdiri pergi meninggalkan tempat yang dahulunya selalu menjadi tempat dimana kita bersama memenuhi baris demi baris kertas putih kosong itu dengan tulisan-tulisan kita berdua yang begitu sederhana.

Sambil melangkah perlahan, Ku sempat mengingat apa yang telah aku lakukan, ku merasa malu pada diriku sendiri, apa yang telah kuperbuat tadi? Seandainya Kertas putih tadi bisa berbicara dia pasti mengeluh dan berkata padaKu

“Kenapa kamu kesal melihat dia bahagia dengan perempuan lain? Dan kau Luapkan amarahmu padaKu.

Ku Pelangkan langkahKu, Lalu hati kecilKu berkata “Aku salah, kenapa harus Kuluapkan amarahku pada kertas putih Kosong ini? Kertas ini punya seribu cerita bersama lelaki yang kulihat. yang dulu pernah bersamaKu mengisi baris-baris kosong kertas ini, Kertas putih ini menjadi saksi bahwa cinta yang diberikan lelaki itu sangat sederhana namun, dari cara sederhana itu aku belajar banyak hal, dan Kutahu tulisan yang ditulis dikertas itu punya makna yang sangat dalam UntuKKu.

Penulis adalah mahasiswa kuliah di Universitas Muhammadiyah Papua Jayapura

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *