Oleh : Nelson douw


Banyangmu menari Dalam raut wajahku Melontar merana dalam Kalbu ingatanku Hadirkan sepucuk rindu lara . 
Senyum mu terpampang Mendobrak relung benak Merajarela penuhi naluri Tak mampu ku tampung. 


Senyum mu hardikan Sepenggal coretan kisah di waktu masa silam yang tak mampu kujejak . Senyum mu bagaikan Mangnet yang mampu menarik Ribuan kilo meter, menjadi satu kilo meter .


Hadirnya senyummu Membuat ku lemah Tak mampu ku tampung Hanya sepenggal coretan pena Yang mampu melontar Menjadi satu aksara . 
Kulepas sumua menjadi satu tulisan Untuk Meredup rinduh yang tak mampu ku kunjung Dalam releng waktu Yang sedang berjalan .


Penulis: adalah mahasiswa Papua kuliah di Ustj

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *