Oleh: Silas Edowai

Menunggu mu, tidak pernah membuatku merasa bosan. ” Tidak Pernah” Aku menunggu dengan harapan bahwa kita akan bertemu di tempat yang sering kita Ketemu. Ternyata lebih dari 3 tahun aku belum bisa melupakan mu sama sekali.

Kusadari, aku menunggumu sejak hari itu. Bahkan ketika aku mengakhiri nya sendiri aku pikir aku bisa melupakan mu dengan cepat. Kita hanya berteman dan kupikir itu tidak sampai ke hati. Tapi tidak, ternyata aku bahkan masih mengingatmu karena kamu adalah tipe ku.

Aku menyibukan diri dengan hal- hal yang akan membuat ku tidak melihat keberadaanmu
Aku tidak akan pernah melupakan mu meski aku memblock mu.

Selama ini aku berharap kamu akan bicara terlebih dahulu. Namun tidak sama sekali. Hingga suatu waktu aku berpura-pura salah mengirimkan pesan singkat di malam yang melelahkan itu.

Pagi harinya kamu pun membalas dengan singkat, namun pesan mu membuat ku tertawa terbahak-bahak.

Saat itu aku berjanji untuk menolak mentah-mentah akan perasaanku dan enyah dari harimu.

Jadi aku mengabaikan balasan singkat itu. Aku pun mencoba tetap tenang dan bersikap dewasa. Aku pikir tak ingin menjalin sebuah hubungan yang lebih lama denganmu.

Terkadang akupun tak mengerti dengan sikap ku itu. Sejak saat itu, aku sulit menyukai orang lain, bahkan untuk mengenal orang lain lebih lama , Aku cuma mengatakan kepadamu bahwa itu tidak akan bertahan lama.

Aku yang masih mencari orang seperti mu di bumi ini.
Aku tak mungkin mulupakan dirimu yang pernah berjasa dalam hidupku.

Penulis: adalah Mahasiswa sedang kuliah di UMP Jayapura Papua

Editor: Jefri Y Badii

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *