Oleh: Yanto Pekei

Setiap kita bertemu orang lain, pasti yang dipandang pertama kali adalah penampilannya, padahal penampilan belum tentu sama dengan karakter dari dalam diri orang tersebut, seperti pepatah mengatakan “Jangan nilai buku dari luarnya, mending dapat buku komik yang sampulnya sederhana, dari pada sampul bagus tetapi ternyata bukunya kasbon.”

Meskipun sudah ada pepatah yang mengatakan seperti ini, tetapi menilai orang dari penampilan saja sangat sulit untuk dipraktikan, kadang kita menilai orang hanya dari tampilan luarnya saja, bukan dari perbuatannya, atau apa yang ada dalam hati orang tersebut.

Menilai orang dari luar adalah salah satu hal termudah di dunia, namun yang kita harus tahu bahwa kita harus mampu untuk mengerti berbagai macam karakteristik manusia. 

Seorang profesor psikologi di Universty of Toronto, Nicholas Rule, menjelaskan bahwa seseorang mengembangkan ciri kepribadian tertentu agar sesuai dengan penampilannya. Atau sebaliknya, kepribadian seseorang dapat mengubah penampilannya. Jadi, penampilan memang belum tentu sesuai dengan cerminan dari orang tersebut.

Bagaimana agar kita tidak hanya memandang orang dari luarnya saja? yaitu dengan cara mengenali ekspresi dan bahasa tubuhnya terlebih dahulu, dengan mengetahui hal tersebut kita mungkin akan sedikit tahu bahasa tubuh dan ekspresinya baik atau tidak.

Selanjutnya adalah selalu berpikiran positif, jika kita ingin dinilai baik oleh orang lain, maka kita juga harus bisa berpikiran positif terhadap orang lain, Setiap orang yang kita anggap negatif pasti ada sisi positifnya, sebodoh-bodohnya orang bodoh pasti ada sisi positifnya, jangan penuhi otak kita dengan hanya menilai sisi negatif saja, jangan biarkan hati kita dipenuhi dengan kebencian, belajarlah menilai orang dari dua sisi  jangan merasa kamu paling benar, kita harus tahu dan kita harus ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Tanamkan dalam diri, bahwa kita tidak berhak menilai seseorang sebelum bisa mengenalnya diri kita.

Jangan terpukau dengan penampilan. Penampilan bisa menipu. Terkadang orang yang kita anggap remeh, ternyata menyimpan kelebihan yang luar biasa. Terkadang orang yang terlihat alim, ternyata mempunyai sikap yang zalim. Maka jangan sampai tertipu dengan simbol.

Allah Maha Mengetahui hati manusia, jadi jangan sampai gampang menyangka-nyangka. Yang dilihat oleh Tuhan yang utama adalah hati, bukan materi; yang dilihat oleh Tuhan bukan rupa, tapi takwa.

Sehingga dengan demikian, sebagai manusia kita harus berhati-hati dan selalu rendah hati. Diantara kita juga pasti pernah meremehkan orang lain, tapi kita juga perlu ingat bahwa dibalik keremehan yang terlihat dimata kita belum tentu jelek dimata Tuhan, terkadang banyak kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, dan setiap individu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, setiap orang pintar pasti ada kelemahannya dan setiap orang bodoh pasti ada sesuatu yang tidak orang pintar miliki.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *