Oleh: Minggianus Dogomo

Ibu, engkau adalah perempuan yang hebat, kuat dan bertanggung jawab di dalam kehidupan ku, dan pelayanan rumah tangga. meski dengan suasana apapun bagaimana pun engkau senantiasa melayani keluargan terlebih khusus kami anak-anak mu ibu.

Mungkin banyak persoalan, pencobaan yang menerpa ibu, namun ibu diam dan abaikan, semua pencobaan itu. Walau dengan keperluan yang macam bagaimanapun yang mendekati di ibu, Aku yakin ,kadang ibu engkau melewatkan lalu mengutamakan yang di dalam keluarga, hai ibuku.

Sering ibu mengalami problem atau pengaruh globalisasi, namun ibu engkau menghadapi dengan keteguhan, keiklasan dan dengan keyakinanmu, yang ibu miliki.

Semua-semuanya itu engkau bisa melewatkan dengan tiada perasaan berat di dalam hati kecil ibu.

Setiap badai yang mampir mendekati untuk menghalagi dalam aktivitas sehari-hari ibu, itu bukan ukuran bagi mu ibu. Engkau selalu melawan sang badai dengan kepercayaan dan mengupayakan tanggun jawabmu selesai.

Aku yakin semua pencobaan engkau akan melawan dengan kesetianmu.

Pagi, keluar pergi kekebun dengan tidak merasakan gigitan nyamuk dan dingin menyelimuti mu dan hambatan yang lainnya, tetapi ibu ke kebun bermaksud menanam makan khas kita seperti, ubi, dan keladi, sayur hitam, gedi, bayam pisang, rica,tomoto dan lain-lain.

Walaupun medan jalannya lika dan liku
Ibu engkau seorang bidadari tampa sayap yang ada dan jatuh di bumi cenderawasih ini karena engkau selalu ingatku.

Ibu mengerjakan dengan ketulusan dan menuntaskan beban dan tanggun jawabmu dengan tiada lelah.

Ibu, Engkau mengandung ku selama sembilan bulan, lamanya dalam kandungan mu, pasti, merasa kecapaian saat menjalani aktivitas dalam aspek kehidupanmu ibu.

Namun itu bukan ukuran bagi ibu. Dengan soal itu bukanlah persoalan atau beban yang berat. Saat-saat itu tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik yang engkau melahirkan kami, nyawamu pun engkau pertaruhkan, merelakan demi untuk aku dilahirkan.

Sekian bulan lamanya hasil olahan di kebun itupun panen, ibu pergi dengan mengendong aku di samping, mengambil hasil panen alam itu, Namun pulang membawa hasil alam pengelola itu.

Membawanya, noken hasil panen itu ibu pikul Di kepala selalu dua antara tiga noken selalu di kepalanya, Hasil alam yang panen itu aku pula di gendong di bahu ibu.

Ibu pergi menjual dengan jalan kaki ke pasar, Ibu menjual di bawa mentari panas, jam lepas jam Engkau lewati, ibu tahan panas, mencari finansial demi untuk pendidikan dan melengkapi kebutuhan dalam aspek hidup kami.

Keperluan dan kekurangan Sungguh di penuhikan oleh ibu, dengan Hasil keringat. Ibu dengan ketulusan, kesetiaanya engkau mengyusui aku walau ibu tahu area lingkungan sekitarnya itu, namun engkau malas tahu dengan apa terjadi di sekelilingnya. Kadang masih dalam area jualan aku menangis tetapi itu bukan ukuran bagi ibu sesuatu berat, gelisah atau malu tetapi engkau menyusui dan menjagaku dengan setia.

Lebih hebat lagi seketika aku kencing atau berak, ibu senantiasa dan tidak meragukan dengan jualan, lalu mengatikan pakaian yang sudah aku basahi dengan kencing atau berak. Dibersihkan dengan lima jari, walaupun ia tahu posisi yang sebenarnya, dalam keramaian pasar, Ibu malas tahu dengan itu dan ibu terus melindungi, meneduhkan aku.

Sejak ku dilahirkan di dunia ini, sampai nanti aku adalah beban mu ibuku. didikanmu, bagaimana aku ucapkan bahasa, cara makan, menuntun dan mengajari berjalan langkah demi langkah hingga kuat untuk melangkah. Kadang aku melawan, menyakiti hati mu ibu namun semua yang ibu lakukan adalah kabaikan ku, mendewasakan aku dengan hati nurani ibu.

Yang ibu lakukan ini adalah untuk aku namun aku yang tak mengerti lalu aku melawan ibu, di masa kecil.

Setelah aku sudah duduk dalam dunia pendidikan ibu sangat berperan penting dan sangat peduli dengan sekolahku, nama ku di sebut dalam setiap untaian doamu.
Terimakasih atas semuanya pengorbanan mu ibu ku.

Mama Papua
I Love you.

Penulis adalah Mahasiswa UNCEN

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *