Oleh: Silas Edowai

mama melahirkan aku, mama membina aku. Mama Membiayai aku untuk hidup hari esoknya, mamaku adalah menjauh beban ku. Dimana pun mama pergi mama selalu tak kan lupa anaknya, saat mama jualan mama tetap beta dan perhatian padaku, saat mama jualan di pasar begitu ramai mama tak lupa aku, mama malas tahu dengan keadaan yang begitu ramai, mama berak ku mengunakan pakaian mu yang Reasonabel di pasar.

Gereja di kebun dan di mana pun mama jalan mama jadikan aku adalah bayangan mu. Ibu Terimakasih atas pengorbanan yang mama telah korban diatas hidup ku. Aku rasa terima kasih kepada mama yang mana telah korban nyawa diatas hidup ku.

Aku tidak ada kata bagi mu mama, karena aku sebagai anakmu, jika engkau selalu ada dalam lubuk hati sisi kanan ku mama. Ketika
Pagi buta dingin meliputi seluruh tubuh mu, mama pergi ke kebun lewati gunung pekedimi namun itu bukan ukuran bagi mama. Mama selalu berjuang demi untuk aku.

Ketika hasil kerja mama tibah saat panen hasil itu mama menjual ke pasar wahgete, pasar yang jauh dari rumah kita, dari dusun menuju ke pasar sekitar 200 meter namun itu bukan ukuran bagi mama.
Di pasar hasil kerja mama jual di pasar namun jualan ibu kadang tak laku tapi mama tak lelah untuk jatuh namun mama selalu jadikan itu sebagai ujian bagi mama ku.

Saat ibu jualan di pasar aku kencing,buang air besar namun ibu lap mengunakan tangan mu di depan banyak orang yang ada di sekitar pasar waghete, jika mama selalu malas tahu keramaian ada disekitarnya.

Jualan ibu tak berlaku, namun itu ujian bagimu mama, di tengga keramaian kota waghete pinggir jalan raya di mana ibu menjual’ sayuran, petatas, dan lain-lainnya, jika disana aku selalu bersama mu aku adalah bayangan mu di mana ibu pergi aku harus ibuku sebagai pahlawan bagiku.

Ibu suatu hari nanti kita akan bangun dari pengorbananmu,

Setiap pengorbanan pasti ada hasil.
Setiap hasil pasti ada menikmati bagi banyak orang.
Setiap waktu pasti ada kebersamaan.

Mama adalah pelengkap hidup saya.
Mama..Aku..Tetap ada disampingmu walau dalam keadaan apa pun.

Penulis: adalah mahasiswa kuliah UMP Jayapura

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *