Oleh: Matan Pakage

DPRD Deiyai dinilai lalai dalam mengambil kebijakan tentang penetapan Pemekatan 10 distrik dan 109 kampung di Deiyai.

Yang menjadi pertanyaan saat ini bahwa, apakah pemekaran itu datang dari rakyat?
Apakah pemekaran itu datang dari segelintir orang? Ataukah pemekaran datang dari pihak eksekutif dan legislatif untuk kepentingan politik pribadi.

Apabila pemekaran itu benar-benar datang dari rakyat, setidaknya DPRD Deiyai harus kolektif dalam pengambilan kebijakan menyangkut dengan pemekaran ini.

Karena DPRD adalah wakil rakyat dan punya hak untuk memutuskan dan menetepakan serta membatalkan atau menolak hal pemekaran itu, sebab DPRD adalah wakil rakyat.

Setidaknya DPRD mengkaji terlebih dahulu dalam hal pemekaran itu sudah layak di mekarkan atau tidak? Apakah pemekaran itu di daerah yang strategis atau daerah yang sulit di jangkau.

Baiknya, DPRD Deiyai seharusnya menganalisa tentang pemekaran ini, apakah berdampak positif atau apakah berdampak negatif kedepannya. Punya perhitungan, punya patongan dan kajian untuk pemekaran ini.

Pribadi saya menilai bahwa, DPRD Deiyai merugikan rakyatnya sendiri diatas negerinya sendiri, artinya bahwa tanpa perhitungan, tanpa ada kajian yang jelas menetapkan pemekaran. Itu sama halnya menjual rakyat dengan harga yang murah di pasaran.

Kami tahu bahwa Deiyai butuh pembangunan, setidaknya distrik dan kampung yang ada ini harus dibenahi dengan baik sebab sampai saat ini belum ada pembenahan dalam hal wilayah tata letak pembangunan. Harus benahi yang ada dulu, selesaikan masalah yang belum tuntas sampai sekarang dalam hal infrastruktur wilayah perkotaan, dan penyakit sosial yang ada di kabupaten Deiyai.

DPRD Deiyai gagal dalam mengambil kesimpulan tentang pemekaran distrik dan kampung ini. Menjadi pertanyaan lagi dari pribadi saya bahwa DPRD telah mengesahkan nah, ada apa dibalik dari itu? Apa yang menjadi potensi sehingga mengesahkan pemekaran? Soalnya hal ini memang bagi saya hal yang aneh dan gila sampai belum ada kejelasan yang lebih spesifik atau lebih detail agar para intelektula, mahasiswa serta rakyat mengetahui bahwa dengan adanya pemekaran seperti ini.

Ataukah hanya karena kepentingan pribadi politik sehingga langsung mengesahkan pemekaran distrik dan kampung itu. Bagi pemangku jabatan serta para politikus Deiyai senang dan gembira dengan hal pemekaran ini tetapi bagi kami rakyat, intelektual dan mahasiswa di rugikan oleh para penguasa daerah.

Hanya karena kelalaian DPRD Deiyai pemekaran 10 Distrik dan 109 Kampung sudah di mekarkan. Sebenarnya pemekaran untuk siapa? Oleh siapa? Dari siap? Hanya karena kepentingan pribadi dan segelintir orang sehingga meloloskan pemekaran ini.

Musti di pertanyakan kepada pihak legislatif dan eksekutif dalam hal terkait masalah pemekaran ini.

Penulis Adalah Mahasiswa Jawa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *