Oleh: Amatus S Tekege

Dalam ruangan yang gelap, Tak satu pun cahaya yang menyala, sunyi dan senyap. 

Aku terdiam tanpa kata, bisikan gelap menyapa dan berkata bahwa aku tak bisa. Akupun percaya dan tundukkan kepala. Aku percaya bahwa aku kalah. 

Air mata ku pun jatuh membasahi pipi.
Serasa seakan-akan angan itu hanyalah mimpi yang tak bisa ku gapai. Sungguh sangat menyakiti hati. 

Pikirku ini adalah akhir. Frustasi dan ku anggap ini takdir. Hingga ku menyesal pernah lahir. 

Tapi seketika ku membuka mata dan memandang suasana yang begitu gelap tanpa lampu. Ada suatu cahaya putih yang menyapu bersih kegelapan itu.

Cahaya itu menyapaku, dengan perlahan berbisik ditelingaku. “Kamu Masih Mampu, Bangunlah dari tempat yang kumuh itu” Dia memberikanku lampu. Dan berkata “Bawalah lampu ini melewati kegelapan itu, bahagia sedang menantimu”.

Kegelapan pun lenyap bersama frustasi yang sebelumnya mendekap. Dan cahaya itu membuat ku sadar bahwa Aku Masih Mampu. 

“Segala Masalah yang kita hadapi, yang membuat kita jadi Frustasi, dan lebih kejamnya lagi membuat kita merasa Tersakiti, itu merupakan Badai, yang mungkin akan bertahan Sementara.  Dan akan Berlalu. 

Harapan Itu Ada, dan Percaya, Tuhan akan berikan jalan ketika Dia tahu kita sudah tak berdaya”

“Harapan Itu Ada”.

Penulis: Adalah Mahasiswa Uncen Jayapura

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *