Oleh: Jacob Rumbiak

Bukan oleh kepintaran ilmu pengetahuan sejarahmu dan konsep ilmu pengetahuan terhadap bangsa lain dan juga bukan oleh kekuatan angkatan bersenjatamu.

Hari ini banyak orang pintar sama sebangun orang Majus yang datang nun jauh dari ufuk Timur hendak memenyembah Anak Raja yang nama-Nya IMANUEL di tempat Ia di baringkan, 2020 tahun yang lalu. Ia adalah pemilik alam semesta, pemilik kerajaan Sorga, alam maut dan kerajaan maut ada dalam kuasa-Nya, namun tak pernah Ia pamer segala milik-Nya. Apa lagi pamer ilmu pengetahuannya. Ia bijaksana memilih diam, banyak melakukan pekerjaan sesuai rencana Allah hingga berakhir dan menampilkan hasi kerja nyata-Nya.

Orang-orang Majus mengukiti petunjuk Bintang menuju Kota Betlehem di Tanah Yudea kebetulan melewati Kota Yerusalem di samping jalan raya rumah raja Herodes. Merekapun masuk ke dalam rumah raja berdasarkan logika manusia waras bahwa anak Raja pasti lahir di Istana Raja atau setidaknya lahir di Rumah sakit.

Apa gerangan? Ternyata mereka gagal mewujudkan nilai kewarasan dari sebuah kebenaran. Saudara-saudari. Nilai sebuah kebenaran tak dapat di ukur oleh kuantitas manusia dan pengalaman logika manusia melainkan oleh sebuah kualitas terukur berdasarkan fakta bahwa ternyata Anak Raja yang juga IMANUEL lahir di kandang binatang (di luar akal waras).

Bersamaan dengan bulan Desember 2020 peringatan hari lahir IMANUEL berdasarkan fakta sejarah sebagaimana cerita di atas memiliki kesamaan logika akal pikiran terhadap lahirnya Pemerintah Sementara Papua Barat.

Bila kita dihadapkan dengan FAKTA maka manakah yang menjadi PRIORITAS? Fakta sejarah membuktikan pada umat manusia bahwa kemerdekaan Amerika 1776 sangat dipengaruhi anexasasi kekuatan Napolion Bonaparte dari Perancis menaklukan seluruh Eropa dan moment itulah pintu masuk bagi lahirnya negara Amerika, kemerdekaan NKRI 1945 saat Jepang kalah PD ke 2, kemerdekaan Kosovo ketika Uni Soviet runtuh, kemerdekaan Timor Leste ketika resesi ekonomi dunia, kemerdekaan Afrika Selatan dan Namibia akibat perang dingin blok Uni Soviet Komunis dan Blok Barat Nato, juga berbagai bangsa lain di atas dunia kita ini, sangatlah di tentukan oleh yang namanya ANUGERAH ALLAH lewat MENANGKAP MOMENT YANG SEDANG HADIR KETIKA ITU. Anugerah Allah dan Moment tidak selamanya akan terulang kembali. INGAAAAAT! Orang bijak, berhikmat marifat Ilahi harus menangkap Anugerah dan moment yang sedang hadir. Tidak ada pilihan lain karena itulah peluang yang takkan pernah akan terulang kembali.

Manusia Papua yang terlibat dalam perjuangan Papua merdeka ternyata masih memiliki konsep kempitaran alah orang Majus sebagaimana cerita singkat di atas ini. Logika dan pikiran waras membenarkan bahwa Anak Raja/IMANUEL pasti lahir di Istana Raja dan setidaknya di rumah sakit begitu bukan? FAKTA berbicara lain, kelahiran Anak Raja justru terjadi di kandang binatang.

Kasus di atas sama saat lahirnya Pemerintah Sementara Papua Barat. Bukan rahasia lagi terdapat oknum pejuang Papua merdeka yang berwatak persis orang Majus tersebut yang berdasarkan logika pikiran waras menghendaki Pemerintahan Sementara Papua Barat mengikuti jejak lahir negara Amerika 1776, jejak lahirnya negara Indonesia 1945, mengikuti jejak Musa dan bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Kanaan sekalipun anda tahu bahwa akhirnya juga bangsa Israel harus merampas tanah bangsa lain begitu toh faktanya namun itulah tanah yang dijanjikan Tuhan (lagi-lagi fakta ya) dan masih banyak lagi.

Jadi hati-hatilah dalam uji pengetahuan sejarahmu dalam melakukan studi banding/Comparative Study. Saya harap agar bila setiap anda yang hendak menggunakan materi pebanding, tolong mempelajari dengan sangat teliti SEBAB-AKIBAT hadirnya sesutu. Jangan tunjuk HASILNYA atau AKIBATNYA saja sedangkan saudara sendiri belum memahami dengan pasti dari mana dan kapan kairos dan momen hadir ketika itu yang turut mempengaruhi kebijakkan lokal, regional dan internasional. Ma’af, saya sampaikan hal tersebut karena saya telah berkecimpung dalam dunia research internasional lebih dari 30-an tahun. Sekalipun demikian saya lebih andalkan Anugerah Tuhan Allah dan petunjuk-petunjuk-Nya, sedangkan ilmu pengetahuan hanyalah pelengkap belaka.

Selamat mempersiapkan diri menyambut kehadiran IMANUEL yang hadir di Palungan kandang binatang, Ia tidak lahir di Istana Raja sebagaimana logika waras menghendakinya. Bagi manusia segala sesuatu itu mustahil terjadi, namun bagi Tuhan Allah tak ada sesuau yang mustahil bagiNya.

07 Desember 2020

Penulis adalah Jubir ULMWP

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *