Oleh: Demi Nawipa

Momen itu hanya sekali. jika bersatu dalam momen itu, pasti kelihatan hasilnya. entah hasilnya penuh resiko maupun yang mulus masuk yang sangat beruntung sekali. Tetapi, saling hargai, saling dengar, yakin dengan hati, tanpa ragu karena selalu ada dalam teori atau konsep-konsep lain yang jelas-jelas akan mempertebal egoisme lalu akan berkembang multi egoisme pengetahuan dalam generasi muda.

kita selalu bilang otsus dan KK Freeport berakhir 2021. tetapi, bila diperpanjang “orang asli Papua akan punah di tangan kolonial indonesia. kita harus tahu bahwa Indonesia akan kasih bukan hanya uang OTSUS, tetapi tentu dengan pemekaran bahkan investasi di mana-mana.

Saya pribadi kira bayi lahirnya negara dan presiden sementara itu berdasarkan sejarah yang panjang dan kerinduan bersama, sehingga seharusnya semua kita mendukungnya. sebab saya kira itu momen. tetapi, semua itu terjadi, saya pribadi SEDIH dengan cara perjuangan kita yang mengandung multi egoisme dalam diri kita yang tak bisa hilang itu. karena itu, saya pribadi SEDIH dengan cara pro-dan kontra di antara kita sendiri sehingga negara jahat ini (istana jakarta) menjadi semakin keras membunuh kita dengan direkayasa multi teori hukum di Indonesia kedepannya.

saya yakin kedepan tidak boleh terjadi cara-cara kita yang terlalu EGOIS itu. saya juga menyampaikan, semua orang asli Papua yang sudah lama ada di belanda, australia, dan amerika itu pulang saja ke negeri tanah West PAPUA. lebih baik kalian pulang ke tanah air West PAPUA saja.

Kalian (orang Papua yang di belanda, AU, US) jangan mengharapkan terus-terus kepada gerakan perjuangan generasi muda Papua yang ada di tanah air dan indonesia. kalian bayar dorang apa? generasi muda ini para pejuang sejati, yang selalu berhadapan dengan kuasa jahat ini. generasi muda ini korban masa depan hidup dalam pendidikan demi konsisten berjuang Papua merdeka selama bendera otsus melingkupi negeri orang Papua. jadi, para pejuang tua-tua ini hargailah kepada generasi muda yang hanya andalkan keberanian dengan teori-teori yang (kami papua anggap) baru belajar ini.

Kalau OPM-TPNPB itu saya sependapat dengan bung Natalius Pigai yaitu organisasi akar yang berposisi independent. ia tidak memihak pada organiasai perjuangan tertentu atau memihak kepada para diplomat tertentu.

Catatan saya : perjuangan masa depan Papua, tentu kita akan berhadapan dengan berbagai persoalan yang tidak seperti yang sebelumnya jadi kita harus bersatu menghadapinya tanpa multi bungkusan EGOISME.

Saya punya masa lalu sampai saat ini :

“hanya karena Papua Merdeka dalam hati saya secara individual, tetapi saya selalu menghargai semua pejuang yang penting intinya Papua merdeka Negara, maka saya kuliah 16 tahun menghabiskan waktu di kampus tanpa selesai-selesai. jadi, dalam hidup ini, apa yang saya selalu pikir dan mengikuti tentang negeriku West Papua Merdeka Negara Hanya TUHAN saja yang tahu.”

Akhir Kata “bersatu, semangat berjuang Papua Merdeka tanpa egoisme”.

Tanah Kolonial Minggu, 06 Desember 2020

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *