Karya : Bendi Pigai

Pada batas ketakutan
Pada tapal keruntuhan
Tanam pohon api revolusi,

Agar benih benih juang terus bertunas
agar pagar pertahanan tetap kokoh,

Pada jalan tua yang terus mengalir air mata
Pada jantung yang kian berdebar luluh
Tetaplah berdiri tegak walau tertekan

Jangan berpaling arah semata
Karena mundur adalah pengkhianat,

Pada ujung kenikmatan sesaat
Perihal rupiah berdarah
Pada batas kelender otonomi khusus
Ruang ruang fobia tercipta masif,

Sehingga
jangan kau kubur spirit juangmu
Jangan mudah tergoda dengan keadaan yang membabi buta,

Tetaplah di jalan perjuangan!!

Jangan menciptakan suasana gelap
Dalam hati kecil rakyat yang terjajah, tersungkur, dan terhimpit aturan kuasa

Lahirkan ayat-ayat perlawanan
Yang mempunyai barisan kalimat pemberontak,
Yang termuat pikiran pemahat harapan hidup

Sebab
kebebasan berekspresi tak bisa diukur tanpa aksara menuangkan ide dalam ranah perjuangan,

Jangan pernah memelihara
pikiran yang berbauh ketakutan,

Ciptakanlah api yang terus menggebu
Agar darah tunas muda terus membara
Sepanjang jalan perjuangan,

Agar
kaum oportunisme tersenggal patah
Laksana serigala galak yang dapat terkubur dalam kolong baka serangan usia senja.

Jalan Tua, 10 Maret 2021

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *