Menunggu Waktu Berpihak

Oleh: Sisko F Pekei

Aku, Adalah insan yang menanti waktu yang tepat,
Waktu di mana kita bisa saling memahami, Saling mengerti, Isi hati kita,
Satu sama lain. Aku selalu menanti datangnya malam,
Seperti hari-hari sebelumnya,
Ku pikir akan selalu sama,
Ketika engkau datang berdampingan dengan malam.

Intuisiku tak lagi kuat,
Malam tak membawamu untukku,
Siang tak memulangkanmu padaku, Sehingga, Petangku, Tak lagi sehangat dahulu kala, Ketika engkau selalu memelukku, Dan berbisik kata rindu, Dengan penuh kasih, Hingga fajar tiba.

Aku selalu sadar, Bahwa tak selamanya, Waktu berpihak kepadaku, Atau bahkan kepadamu.Ia selalu berhasil, Menciptakan seribu rasa, Dalam satu waktu. Aku teringat, Ketika kau sungguh mencitaiku,
Aku belum mencintaimu,
Hingga ku lewatkan dirimu,
Di sepanjang malamku,
Dan tak ada arti hadirmu,
Di dalam hidupku.

Namun, Kau kayuh waktu begitu keras,
Meski jalannya lambat,
Namun semua telah terjadi,
Bahwa kita saling mencintai, Dalam bahasa yang tak lagi bisa diungkapkan, Karena maknanya terlalu dalam,
Dan bahagia tak lagi harus ditanya.

Akan tetapi, Yang harus ku ingat kembali, Waktu bisa mengayuh dirinya sendiri,
Bahkan ia bisa berjalan cepat, Terutama ketika kita menikmatinya.Tak terasa, Saatnya tiba, Waktu di mana aku sangat mencintaimu, Dan menanti,
Kau mencintaiku lagi.

Aku selalu berharap,
Di setiap malamku,
Hadirnya dirimu, Segala kasihmu, Segala kebaikanmu. Aku sungguh menanti, Waktu berpihak kembali kepada kita, Waktu di mana kita bisa saling mencintai,
Seperti saat itu, Bukan untuk satu putaran waktu, Tapi untuk semua malam,
Yang tak berujung.

Penulis Adalah Mahasiswa FEB UC Papua.

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *