Buang Otsus, Referendum Di Papua

Oleh : Bendi Pigai

Telah lama kita dibujuk diam
Terlena bisu di atas tanahnya sendiri
Meresahkan spirits juang yang kian bertunas
Dipaksa, diperkosa dan dibunuh,

Kita adalah generasi penentu
Saatnya untuk berjuang
Mewujudkan kemerdekaan sejati
Lupakan tentang tangisan
Segera mengusap air mata itu,

Jangan diam
Jangan lupakan
Jangan pergi nan jauh,

Mari kita satukan pikiran
Untuk melawan lupa
Semua kekejaman penguasa
Di atas negeri pilihan tuhan
Perihal west papua,

Hadirkan perubahan yang hakiki
Untuk yang jauh merapat,
Yang dekat mari satukan barisan
Kita rebut kebebasan yang berdaulat penuh
Hingga sang mentari dapat menyinari surga kecil perihal west papua

situs
suarameepago

suaramee

Print Friendly, PDF & Email

admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Meepago Penkes SASTRA Tanah Papua

Buku “Teguran Perempuan Migani,” Sely Selegani, Ungkapkan Realita Perempuan Papua

Jayapura, SUARA MEE – Salah seorang perempuan Papua asal dari Kabupaten Intan Jaya Sely Selegani menulis sebuah buku berjudul “Teguran Perempuan Migani”. Suku Moni atau kerap disebut sebagai Suku Migani adalah salah satu suku yang berada di Wilayah Budaya Meepago yakni Kabupaten Intan Jaya. Sely Selegani menceriterakan pengalamannya menuliskan buku berjudul “TEGURAN PEREMPUAN MIGANI”. Pengalaman […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Artikel Catatan Lepas Economy Meepago Tanah Papua

Pemkab Deiyai Penting Membahas Dampak Dari Peluapan Air Danau Tigi

Oleh : Jefry Giay Keadaan dan situasi saat peluapan air danau tigi puluhan perkebunan dan beberapa luas jalan trans sering mengalami krisis akses mengambil hasil perkebunan maupun melalui kendarahan sekitar itu. Peluapan itu saat naik juga akses jalan terganggu baik itu dari masyarakat maupun pemerintah setempat. Selain jalan, sektor pertanian masyarakat seperti perkebunan makin sangat […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More
Puisi SASTRA Tanah Papua

Dunia ku Kau Rampas, Aku Kau Cekik

Oleh : Marthen Goo Tetes itu mengalir hingga tak henti Jiwa tercabik hingga sebutir hidup tak ku miliki lagi. Aku kini hanya sebatang kara, negeri leluhurku lenyap tanpa jejak Aku tak lagi memiliki hak Kerap kali menonton pun tak diijinkan Aku hanya dalam penantian gulita Tak hanya dahaga haus memerontak tenggorokan… Ikatan rantai mu mencekik […]

Print Friendly, PDF & Email
Read More