Foto Pribadi Penulis

Oleh: Davit Mote

Kolonial Indonesia kerja keras untuk Menghabiskan Nyawa orang Papua, maka orang Papua dari Sorong sampai samarai bersatu untuk menolak melapetaka “otsus jilid dua” yang sedang datang dari kekuasaan Jakarta ke Papua. Rakyat Papua sangat sadar dengan tindakan Indonesia selama setelah aneksasi, maka kami Rakyat bangsa west Papua bahwa kami tolak.

Rakyat Bangsa west Papua kita harus tahu kolonial Indonesia, dia punya otak dan bahasa yang kiasannya meyakinkan orang yang tak berwatak dalam hal ini orang-orang Papua yang bertopeng Indonesia, caranya berbicara kepada orang Papua itu awal dia baik halus dia memiliki perkataan, tutur kata, berbicara terhadap Masyarakat atau orang Tua tetapi dua atau tiga Tahun kemudian, ula dari itu yang punya Tanah jadi korban.

Kolonalisme memaksakan Otsus Jilid ll untuk siapa kami orang Papua tidak mau menerima barang bodok ini. Namun itu, kami orang west Papua sampaikan kepada pemerintah kolonial Indonesia bahwa semestinya menyelesaikan semua masalah yang ada di tanah Papua, sepertinya Pembunuhan di Nduga, pembunuhan di Intanjaya, pembunun di Expo Jayapura, pembunuhan di Paniai, pembunuhan di Wamena, pembunuhan di Biak, dan seluruh Tanah Papua dan Papua barat haru sekesaikan persoalan itu.

Dana Otsus Jilid pertama memusnakan kami Rakyat bangsa west Papua, maka kami rakyat Papua tidak mau Menerima Otsus Jilid ll. Hal itu kami orang Papua melihat otsus jilid ll pemperpanjangkan belarti sisa rakyat Papua akan musnah habis karenanya Otonomi kusus bagi kami Rakyat Tolak Otsus Jilid ll.

Otsus Jilid pertama menhabiskan kekayaan alam adan manusia Papua maka kami Bangsa west Papua Sorong sampai Samarai Menolak Otsus Jilid ll maka otsus pemperpanjangkan belarti kekayaan Papua dikuras oleh kolonial maka suludi adalah berikan hak menentukan nasipnya sendiri, Refreendum.

Selain itu, penjajah kolonalisme menghabiskan nyawa orang Papua melalui alat Negara terhadap orang Papua, dengan ini kami orang Papua tidak mau hidup dengan orang-orang seperti kani maka kami bangsa Papua Sorong sampai Samarai meminta kepada seorang presiden republik kolonial Indonesia segera Tarik TNI / POLRI Yang di tanah Papua, maka kami Bangsa west Papua Memintah juga kepada Jokowi segera kembalikan Nasib sendiri.

Pemerintah Kolonial Indonesia jangan paksakan untuk masyarakat west Papua maka kami orang Papua Daya berpikirnya lebih tajam, lebih jernih tidak seperti kolonial Indonesia maka kami orang Papua tolak pembunuhan selebar kertas Negara’ pembangunan, Jalan dan lain-lain.

Negara Indonesia adalah Negara menjajah terhadap Bangsa Papua maka kami Bangsa west Papua Meminta kepada Internasional cepat mempalukan Meja PBB untuk Membebaskan bangsa west Papua. Kami orang Papua tidak mau hidup dengan negara kolonial indonesia sehingga kami orang Papua Menolak Otomi kusus bagi Rakyat Papua, itu solusi rakyat memintah hidup dengan Aman dan terkendali.

Sekelompok orang yang berjuang untuk pemperpanjakan Otsus, mereka adalah pengkhianat orang asli Papua maka orang Papua dengan Tuhan Allah kutukan engkau pengkhianat yang mempertahankan NKRI.

Ketika kita mengoleh melihat perjalanan huidup bangsa Papua, kolonial Indonesia mengangkap TNI POLRI adalah keamanan tetapi mereka pegang senjata adalah pembuhan Rakyat bangsa west Papua Yang tidak tahu apa-apa, maka itu TNI / POLRI mereka katakan kita bukan bunuh masyarakat tapi kami bunuh KKB, KKB dari mana tidak ada KKB di Tanah Papua. Di berbagai media Nasionsional yang memanipulasi pandangan, yang berputar balik kepada masyarakat dan pemerintah Maka itu kami Masyarakat Sorong sampai Samarai tolak Otonomi Jilid ll.

Kesimpulan saya adalah Otsus belakhir tidak ada solusi selain REFREENDUM DI PAPUA BARAT.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *