Oleh: Steven Boma

HARGAI adalah sebuah kata yang BERAT tetapi mudah diungkapkan oleh insan, namun rumit untuk terapkan kepada sesamanya.

Istilah hargai sendiri berasal dari pikiran yang jernih untuk mendorong ke HATI yang bersih dan terungkap melalui mulut.

Hargai mendifinisikan bahwa “ketulusan, kerendahan dan kasih dari HATI.” Sehingga hargai musti diutamakan dalam setiap jejak perjalanan yang ditempuhnya.

Kata hargai didefinisikan bahwa “rasa kebanggaan dan rasa terhormat seseorang kepada kita” yang diberikan secara terbuka.

Hargai dari lubuk HATI yang terdalam membuat manusia sadar akan percaya atas karyanya. Sebab, “Angan tertekan ke hati membuat pikiran lega.”

Perspektif saling menghargai antara satu dengan yang lain sangat vital, sehingga hargailah mereka yang terlebih dahulu menghargai dan menghormati Anda.

Ketika orang terkemuka menyingkirkan tanpa kompromi, maka niscaya rasa kepedulian akan pudar dalam waktu sesingkatnya.

Percaya atau tidak, dengan memarjinalkan orang pertama yang dedikasi hargai anda terlebih dahulu, maka orang kedua tak sepantasnya untuk menghargai dan menghormatinya.

Sehingga dengan optimis yang besar, membekap orang pertama hingga genggam untuk memberi perhatian dan proteksi selalu ada di lembar depan selama hidupnya.

Apapun kondisi prioritaskan orang pertama yang menghargai dan menghormati anda, kemudian bekap orang kedua untuk mengawali dan memproteksi anda.

Kalau kita tak apatis orang yang menghargai kita terlebih dahulu, niscaya mereka tak lagi akan menghormatinya. Sehingga dengan penuh optimis hargai mereka juga yang menghargainya.

Walaupun anda cendekiawan berpotensi yang punya profesi sekalipun, ketika dalam diri anda tak ada kerendahan dan kemurahan HATI terhadap orang lain, maka otomatis anda bukan orang berguna diantaranya.

Dengan kesungguhan hati kita menyatuh akan alam hingga radikal, otomatis setiap rencana dan impian untuk menghargai akan nampak dengan drastis.

Kepedulian kita akan menentukan berapa banyak yang sudah kita hargai, yang kemudian akan memengaruhi orang banyak bisa berpatuh dan menghargai kepada kita.

“Kata hargai mudah ungkap, namun rumit untuk terapkan atau implementasi sedetik.” Rasa kebanggan terungkap dari benak kita agar memperoleh kekuatan yang sempurna.

Keangkuhan tak ada jaminan. Kerendahan HATI memproduktivitas hasil yang baik dan mengoptimalkan harapan untuk raih keberhasilan.

Egois mengakibatkan tidak sepantas dihargai juga tak ada kesadaran hakiki dalam diri mereka. Oleh karena itu, egoisme hanya merugikan dan memutuskan hubungan keluarga, kerabat dan saudar untuk dipungkiri.

Satu alasan HARGAI yang sangat luar biasa adalah bahwa, “kemurahan dan kasih sayang,” bukan keangkuhan dan anarkisme terhadap siapa saja.

Ingat!
Setiap insan memiliki harapan, impian dan tujuan masing-masing. Bila kekeliruan dan keputus-asaan menghampiri untuk menggodai katakan “Aku punya harapan yang besar untuk menggapai tujuan yang hakiki.”

Logikanya,
“Kalau saya tak hargai orang lain, sebaliknya mereka pun tidak akan hargai saya,” sekalipun saya seorang berpotensi atau kemampuan bahkan memiliki profesi setinggi model apapun.

Penulis adalah mahasiswa yang mengenyam pendidikan di (Universitas Yapis Papua) Jayapura.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *