Nabire, Suara Mee – Bernyanyi untuk hidup. Hiudup Untuk bernyanyi dahulu kini dan nanti merupakan visi Group Musik mambesak yang menjadi spirit bagi mambesak sendiri dan orang Papua. Visi ini di temukan dalam bahasa biak yang dikutip dari buku karangan F.C Kamma.

Dalam sebuah diskusi Personil Group Musik Mambesak Demianus Koerni berpesan kepada orang Papua khususnya generasi emas Papua harus kembali bangkitkan gerakan mambesak mambesak. Mambesak bahasa biak (Cendrasih). Grup Mambesak didirikan di Jayapura, Pada 5 Agustus 1978.

“Mambesak adalah gerakan kebudayaan serta Grou Musik Akuistik yang di pelopori oleh Mendiang Arnold C. AP dkk. Ketika itu mereka menyanyikan lagu-lagu berbahasa daerah, dan mereka juga membangun mitra dengan lembaga penyiaran untuk mengenalkan kebudayaan seni dan sastra kepada khalayak dari berbagai suku yang tersebar di Tanah Papua,” katanya kepada belum lama ini dalm dialog virtual itu.

Koerni mengatakan, Suku suku papua sampai Papua Newguinea lebih dari 100 suku dan bahasa. Dari Papua New Guinea (PNG) ke sana itu terdapat sekitar 800 suku dan bahasa daerah. Dan bagian papua 250 suku dan bahsa jadi total semua 100 lebih.

“Arnold ap kami berfikir bahwa bahasa banyak ini bagaimana harus bersatu dna satukan mereka dengan cara apa. Untuk menjadi satu dan kita bangkitakan mereka hanya satu yaitu bernyanyi dengan cara itu kita akan mengangkat martabat manusia Papua ke atas itu yang merangsang kami sehingga kami membentuk group Musik mambesak,” katanya.

Koerni menyatakan, Arnold AP dan kawan-kawannya mendirikan mambesak visi yang driumuskan itu merupakan semangat agar Orang Papua tidak kehilangan jati dirinya.

“Supaya rasa cinta terhadap budaya yang Tuhan berikan kepada setiap suku ini bisa dialirkan ke generasi berikut. Karena jangan sampai budaya asing tak bertuan menghanyutkan dan menghilangkan budaya orang asli tanah Papua,” katanya.

Koerni mengatakan, di era modern ini generasi muda Papua Jangan malu utnuk kembangkan kebudayaan tradisi orang Papua. Sebab apabila generasi muda tidak melanjutkan kebudayaan yang merupakan anugerah tuhan akan hilang.

“Kalau budayamu pakai cawat silahkan menggunakan cawat, kalau budayamu menggunakan koteka pakailah koteka. Sebab itulah kebudayaan yang diwariskan dari nenek moyang kita yang wajib di jaga,” katanya.

Lanjut Koerni bahwa mereka mendirikan Mambesak karena ada beberapa alasan pertama kecintaan tehdap Tanah dan Manusia Papua dan sesam orang papua harus saling mengerti.

“Kami membentuk geroup dengan nama Manbiori tetapi itu hanya di kenal di lingkup masyarkat Byak dan tidak popular dan tidak bisa menyatukan semua orang di Tanah Papua. Kami memilih mambesak karena burung mambesak itu dikenal di seluruh tanah Papua dan menyatukan OAP,” katanya.

Koerni mengatakan, dari sekian banyak bahasa dan tradisi yang berbeda yang tersebar di tanah Papua. Kami berfirkir bagaimana untuk menyatukannya. Kergaman suku dan bahasa yang berbeda beda agar diteruskan sebagai wujud dari mewarisi kebudayaan orang Papua.

“Genrasi baru harus bangkitkan mambesak dan kembangkan. Sebab bicara mambesak adalah bicara hargadiri orang Papua, berbicaralah menggunakan bahasa daerahmu. Sebab itulah milik kamu yang diwariskan secara turn temurun,” katanya.

Sementara itu Alumni Antropologi Universitas Cendrawasih Daniel Randongkir mengatakan, demi menyelamatkan kebudayaan orang Papua. Sehingga kita harus bersatu begandengan tangan untuk menyelamatkan kebudayaan kita dari masing masing suku yang ada di tanah Papua.

“Saya harap semangat mambesak dapat dihidupkan kembali lagi karena. Karena tanpa kebudayaan kita orang Papua akan hilang dalam moderenisasi dan ketika itulah kita hilang meskipun tubuh kita ada,” katanya.

Randongkir mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat perdana untuk menghidupkan kembali mambesak. “Kami berharap uncen bisa menjadi istanah Mambesak bagi orang Papua yang srius bicara tentang kebudayaan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *