Jayapura, Suara Mee – Anggota sekaligus Sekerataris Fraksi Bangun Papua, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Alfred Fredy Anouw menghabiskan sehari, Rabu (25/11/2020) bersama mahasiswa asal kabupaten Dogiyai yang ada di kota Jayapura.

Sejak pagi, legislator muda Papua Alfred Anouw mendatangi Sekertariat Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu (FK-PMLHK), Asrama Serviam Kamuu yang berada di Waena sekaligus menyalurkan bantuan bangunan berupa semen 20 sak dan batu tela 1000 buah.

Anouw lanjutkan bantuan bangunan semen 20 sak kepada Asrama Swadaya Gubuk Toutopa, Mapia yang ada di tanjakan Ale-Ale, Padang Bulan. Lalu, ia mengajak puluhan mahasiswa Dogiyai itu makan bersama di wilayah Entrop, Jayapura.

Sebelum makan bersama, Politisi muda jebolan Partai Garuda itu menasehati sejumlah hal kepada puluhan pelajar dan mahasiswa asal Dogiyai tersebut. Salah satu yang Anouw tekankan adalah menjaga persatuan, kesatuan, keharmonisan dan kekeluargaan sebagai orang Dogiyai.

“Tidak boleh belajar dari para senior yang telah selesai dan saat ini ada pada dunia kerja tentang berbagai isme yang telah mereka tinggalkan. Tidak boleh belajar gaya kepemimpinan mereka. Hari ini yang ada di Dogiyai itu hanya fanatisme, baik fanatik terhadap keluarga, golongan, agama dan daerah. Kepentingan kelompok sudah mulai mengakar,” katanya

Alumnus USWIM Nabire tersebut mengatakan fanatisme telah merajalela dan telah merusak segala dimensi kehidupan orang Dogiyai. Fanatisme tersebut telah meruntuhkan persatuan dan kesatuan orang Dogiyai yang sebelumnya sudah terjalin dengan baik.

Akibatnya, hingga detik ini pembangun Dogiyai tidak maju, tidak berkembang dan berjalan di tempat. Tidak sama dengan daerah lain yang sama-sama pemekaran dengan Dogiyai yang jauh lebih maju.

Sebagai agen perubahan, Anouw meminta pelajar dan mahasiswa serta Pemuda Dogiyai wajib hilangkan rasa ego dan fanatisme yang ada.

“Maka itu, saya mengajak kepada pelajar dan mahasiswa serta pemuda Dogiyai, harus berani keluar dari hal-hal yang memecah belah persatuan. Fanatisme yang sedang ditanam, kita harus bersama cabut keluar. Dan, harus belajar cara kepemimpinan secara bersama pada era global ini demi memajukan Dogiyai yang lebih baik,” ajak Anou
Kedepan, katanya Anouw lagi, mesti hidupkan kembali persatuan, kesatuan dan kebersamaan orang Dogiyai yang dulu. Contohnya, kehidupan orang Lembah Kamuu dahulu selalu hidup berdampingan tanpa bedakan agama dan daerah/wilayah.

Karena, jelasnya, kehadiran kabupaten seakan memecah bela kebersamaan, persatuan, kesatuan dan keharmonisan yang telah dipupuk dalam kehidupan yang silam.

Ketua Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu (FK-PMLHK), Simon Tebai menyampaikan terimakasih kepada Anggota DPR Papua, Alfred Fredy Anouw yang selama ini sudah bersama

“Kami menyampaikan terimakasih kepada kakanda Alfred Anouw yang selama ini selalu memenuhi kebutuhan kami. Kami tidak balas semua itu. Kami Doakan Kakanda, agar selalu ada dalam lindungan Allah,” katanya

Tempat yang sama, mahasiswa Dogiyai lain, Paskalis Douw mengatakan sejak dilantik, makan bersama dan bantuan dari Alfred Anouw bukan hanya kali ini saja. “Setiap kali kami meminta bantuan, pasti selalu ada bantuan dari Bapak Alfred Anouw. Kami bangga sekali punya bapak Alfred Anouw ada di Jayapura,” katanya

Reporter : Philemon Keiya

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *