Jayapura, Suara Mee – Seorang mahasiswa Universitas Cenderawasi, yang juga penulis muda Papua Bendictus Pigai asal Kabupaten Dogiyai, berhasil melaunching Buku dengan judul “Jhon untuk Ria” sebuah Novel romantis remaja, berlansung di gedung asrama kamu (Askam), Sabtu (28/11/2020).

Kegiatan launching ini, difasilitasi oleh komunitas majalah Ners, dan dibawa naungan Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu, (FKPM-LHK).

“Jhon untuk Ria merupakan buku kedua setelah buku pertama saya “Rasa yang Hilang” berisi puisi. Dalam buku tersebut, menguraikan kehidupan percintaan yang dialami oleh Jhon dan Ria.” Hal dikatakan Bendictus Pigai penulisnya.

Ia mengatakan “Buku tersebut menguraikan perjalan kehidupan cinta dan persoalan yang dihadapi oleh mereka, dimana Ria menjadi penghancur hubungan cinta, dan akhirnya sebuah janji atau isi hati yang diberikan oleh Jhon kepada Ria hanyalah semu, atau harapan sementara,” Ucapnya.

Katanya, Novel ini mengajak bahwa, setiap insan mengalami yang namanya cinta dan kepahitan. Namun kepahitan adalah sebuah ilmu agar mengubah kehidupan yang lebih baik lagi,” katanya.

Lanjutnya, “alasan saya menulis buku pertama dan kedua, adalah untuk mengurangi beban orang tua (ibu), dalam membiayai pendidikan saya. Karena semenjak bapa tiada, penghasilan mama berkurang. Semoga kahadiran buku ini, berguna dan bermanfaat buat para pembaca,” ujarnya.

Sementara itu, Novelis muda Papua yang juga ketua komunitas majalah Ners, Nunias Selegani mengatakan, “pemerintah Dogiyai harus membuka diri untuk melihat literasi saat ini, karena sejarah mati berarti bangsa mati apalagi Papua saat ini, masa perombakan SDM, dan itu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tugas pemerintah itu hanya memfasilitasi dan yang bekerja itu anak muda Papua,” katanya.

“Jadi gerakan anak anak muda Papua yang menulis seperti Bendictus Pigai, berharap supaya pemerintah mengsponsorinya dengan dukungan apapun, agar kedepan dia bisa bersaing dengan penulis-penulis hebat dari luar wilayah Meepago dan daerah lain di luar Papua,” pungkasnya.

Reporter : Jheff Badii

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *