Jayapura, Suara Mee– “Memperingati hari ulang Tahun Embrio bangsa west Papua, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB OPM) di seluruh wilayah Meepago tetap akan dilaksanakan upacara pengibaran Bendera Bintang Kejora.

Hal itu di laporkan langsung oleh Pimpinan Pertahanan Daerah,Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Devisi II Makodam Pemka IV Meepago Brig. Jend Inf. Damia M Yogi melalui sambung seluler. Senin (30/11) dari Mabes.

Dikatakan Yogi, “Seluruh TPN-PB, OPM yang ada di Meepago akan menghadiri di Markas Besar “Mabes” untuk memperingati Hari Ulang Tahun Embrio Bangsa West Papua yang jatuh pada tanggal 1 Desember 1961 sampai dengan 1 Desember 2020.”

Brig. Jend Inf. Damia M Yogi mengatakan, Pada tanggal 1 Desember adalah peringatan penandatanganan manisfesto politik bangsa West Papua dan persiapan pembentukan negara adalah pada tahun 1963.

“Bintang Kejora akan tetap berkibar di markas TPNPB-OPM di Meepago melalui pengibaran Bendera sang Bintang Kejora,” kata Pimpinan TPN PB Meepago Damianus M Yogi Rimba Ribut dalam pesan elektronik, Senin (30/11/2020) kepada media ini.

Dikatakan, peringatan HUT 1 Desember biasanya dirayakan di markas TPNPB-OPM dengan melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora. “Ini sudah kami lakukan dari dulu selama 59 tahun dan itu akan berjalan terus sampai bangsa west Papua Merdeka dari Indonesia.”

Dikatakan Pimpinan, “1 Desember itu bukan hari proklamasi, melainkan hari di mana para tokoh Papua dan Pemerintah Belanda mengumumkan embrio negara. Setelah itu proklamasinya terjadi pada tanggal 1 Juli 1971, maka TPNPB-OPM berjuang untuk pengakuan itu,” jelasnya.

“Dalam Upacara Pengibaran Bintang Kejora Pada 1 Desember Ini, akan di hadiri dari seluruh Basis Pertahanan Pasukan TPN PB OPM Yang berada di wilayah Meepago yakni, dari 5 kabupaten antara lain: Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire dan Intanjaya Bagian Paniai, merayakan bersama sama seperti biasa dari Markas Besar TPN PB OPM Meepago di Totiyo Deyatei Paniai West Papua,” katanya.

“1 Desember 1961 adalah Hari Nasional bangsa Papua, berdasarkan legitimasi International. 1 Desember 1961 adalah Hari lahirnya embrio bangsa Papua berdasarkan hukum Internasional yang tercantum pada resolusi PBB nomor 1514, oleh sebab itu jika Rakyat Papua hendak merayakan hari bersejarah ini adalah Hak mutlak dan hak absolute yang tidak bisa diganggu gugat dengan segala macam alasan atau hukum-hukum karet negara kolonial NKRI.”

“Namun dalam perayaan tersebut kepda Rakyat Papua sorong samarai dihimbau untuk bertindak dengan hikmat Tuhan, karena Indonesia adalah Negara kolonial yang dikendalikan oleh Iblis Lusiver sehingga kapan saja NKRI dapat bertindak brutal guna menghianati hari penting dan bersejarah ini,” pungkasnya.

Reporter: SK

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *