Jayapura, Suara Mee– Badan Pengurus (demisioner) Ikatan Pelajar dan Mahasiswa-Mahasiwi (BP-IPMA) Wamuya se-Jayapura melantik pengurus baru secara simbolik, karena dinilai banyak menyimpang dari organisasi.

Ketua II (demisioner) Wamuya, Ferdinan Tekege menyatakan selama 3 (tiga) tahun terdapat kejanggalan pengurus lama dalam berorganisasi, sehingga inisiatif ini sengaja dilahirkan demi kebaikan bersama.

“Dalam proses pemilihan, kami undang badan pengurus FK-MKD, senioritas dan orang tua yang berdomisili di kota Jayapura,” katanya kepada awak media, Senin (30/11/2020) di Asrama Tunas Harapan, Abepura, Jayapura.

Dia menegaskan, pihaknya telah melantik badan pengurus baru yang terpilih atas nama Melison M. Dogopia (ketua), Maksimus Mote (sekertaris) dan Desmin Waine (bendahara).

Semua ini sesuai mufakat bersama dari sekertariat IPMA-Wamuya yang sedang dibangun.

“Kami juga akan bangun sekertariat IPMA-Wamuya di kota studi Jayapura,” ujar dia.

Tekege berharap badan pengurus baru yang terpilih, agar kedepannya lebih baik dalam berorganiasi. Sebab, kata dia, “kami yang sudah didemisionerkan berjalan melenceng dari organisasi.”

BP FKM-KD, Engelbertus Pakage menilai latar belakang organisasi IPMA-Wamuya mengalami banyak ketidakefektifan, sehingga para anggotanya memilih bergabung di ikatan lain.

Dia berpesan agar badan pengurus terpilih mampu membangun relasi antar anggota dan memperbaiki jaring kordinasi yang lapuk.

Frater Ferninand Mote yang juga merupakan senioritas Wamuya di Kota Jayapura meminta orang tua dan seluruh senioritas di Jayapura agar mendukung dan memotivasi badan pengurus yang terpilih.

“Supaya kedepannya tidak sama seperti badan pengurus yang lama,” pintanya.

Sehingga, dia berharap ikatan ini jangan seperti anak ayam tanpa induk.

Ketua IPMA-Wamuya terpilih, Melison M Dogopia menyatakan dirinya sangat bangga dipilih sebagai ketua, meskipun tugas dan tanggung jawabnya sangat berat.

“Saya rasa ini adalah pengalaman sebab guru terbaik adalah pengalaman. Saya ajak semua anggota supaya bekerja sama-sama,” ucapnya.

Dogopia mengaku, sebagai manusia punya kelebihan dan kekurangan. Oleh karenanya, dia mengajak seluruh anggota bergandengan dan bergotong-royong demi mencapai kekompakkan dalam ikatan Wamuya.

Soal pembangunan asrama, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk panitia.

“Dan ini adalah program pertama saya,” tukasnya.

Reporter: Silas Edowai

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *