Jayapura, Suara Mee– Forum Komunikasi Mahasiswa-Mahasiswi Kabupaten Deiyai ( FKM-KD) Se-Jayapura, melakukan Ibadah perayaan Natal di gereja Kingmi Jemaat Zebaoth, Jl. Buper Waena Jayapura. Jumat, (11/12/2020).

Dalam Ibadah perayaan Natal Forum, Khotbah singkat di sampaikan oleh Ev. Yusak Pakage, S.Th di dasari dengan Thema: “Yesus Sebagai Tokoh Revolusioner,” Sub Thema: “Sebagai Tokoh Revolusioner, Yesus Berhasil Melakukan Perubahan Secara Menyeluruh” ( Lukas 4 : 18 – 29).

Akulian Kotouki Selaku ketua panitia mengucapkan “terimakasih kepada ketujuh BP Ikatan lokal serta seluruh mahasiswa-Mahasiswi yang telah mengorbankan tenaga dan waktu untuk menyukseskan kegiatan perayaan natal,” ucapnya.

Lanjut Kotouki “sejak kepanitian ini dilahirkan pada tanggal 24 Oktober 2020 sampai saat ini kegiatan berjalan dengan baik maka kedepannya juga kita tetap bersatu,” ujarnya.

Selaku Koordinator Seksi Acara Anton Doo menyampaikan “Kegiatan ini bersejarah bagi orang- orang percaya, maka kami sebagai orang Kristen sudah melakukan atau merayakan hari kelahiran sang Juruselamat bagi umat manusia,” ucapnya.

Selaku Badan Pengurus FKM-KD Yance Pakage “mengucapkan terimakasih kepada panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan perayaan natal ini,” ucapnya.

“Perayaan Natal ini merupakan Perayaan Natal pertama kali karena sebelumnya belum pernah di laksanakan Perayaan Natal di Forum,” jelasnya.

Ia juga dengan tegas mengatakan “mengigat situasi Papua saat ini, yang banyak orang sedang mati dimana-mana hampir setiap hari karena Miras, maia mahasiswa Deiyai harus stop Miras, jangan sayang miras tetapi sayang kamu punya tubuh” tegasnya.

“Menjadi pesan bahwa kita sebagai agen perubahan kita perlu jaga diri baik-baik, kita perlu jaga nama baik Ikatan Forum Komunikasi Mahasiswa Kab Deiyai Se-Jayapura bahkan kita punya keluarga,” pesannya.

Sementara itu sebagai orang tua, Amos Edowai, S.E M.Si juga berpesan kepada Pengurus FKM-KD bahwa kalian harus buat kegiatan seminar sebanyak mungkin, selagi ada orang tua kalian yang hebat di Jayapura, curi ilmu dari mereka, selagi mereka masih ada, Bapak siap bertanggung jawab,” pesannya.

Nus Gobai, S.H dengan tegas mengatakan kepada mahasiswa Deiyai “Jangan HP selalu di tangan, jangan banyak kopi paste dari internet sebab otak kalian akan semakin tumpul, oleh karena itu, kalian harus belajar, baca buku, belajar tulis dan belajar konsep sendiri,” tegasnya.

“Sekalipun tidak ada orang yang kunjungi kalian, kalian harus tetap belajar, jangan banyak mengeluh” pesannya.

Sementara itu, Michael Edowai mewakili Senioritas mengatakan “kita jangan hanya menang di organisasi internal tetapi kita juga harus bergabung di organisasi eksternal, misalnya di GMKI atau PMKRI supaya kita bisa berkembang,” Pungkasnya.

Reporter: Silas Edowai

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *