Jayapura, Suara Mee – Angkatan muda kemah Injil ( AMKI ) Papua mengelar Natal bersama. Demi Mempererat relasi persaudaraan antar sesama, di ikuti oleh seluruh Anak muda Papua yang tergabung dalam AMKI Papua di wilayah kota Jayapura.

Natal bersama Angkatan muda Papua, berlangsung dengan “tema: Tuhan Yesus lahir, Untuk membebaskan segala bangsa di dunia. Dengan sub Thema ” Dari honaiku Melihat wajah Tuhan- ku.

Dalam kothanya pendeta Socrates Sofyan Yoman menjelaskan Tuhan Yesus lahir untuk membebaskan umat Manusia di dunia ini, dari segala tindakan yang melawan kodrat Allah itu sendiri.

“Maka Melalui Natal ini generasi muda bangsa Papua, di kuatkan oleh Yesus untuk meneruskan Misi Kristus untuk membebaskan Kaum tertindas dan terjajah untuk memperoleh kebebasan dalam hidup.

Situasi kita hari ini di Papua tidak baik baik saja, Kolonial Indonesia sedang menjajah, menindas dan di bunuh dimana-mana dengan maksud menghabisi rakyat bangsa Papua, maka kita bersatu untuk secara bersama-sama berjuang untuk pembebasan Tanah ini,” jelasnya.

“Semua Organisasi yang ada di Papua OPM, TPNPB, KNPB, dan lainnya, mari kita bersatu untuk membuat hal yang baik terhadap rakyat yang sedang tertindas, mengungsi dimana-mana dan kriminalisasi di tanah Papua ini. Maka kita tetap berjuang untuk masa depan manusia dan Tanah ini.

Bulan desember adalah bulan istimewa bagi Umat kristiani untuk menyambut hari kelahiran Yesus Kristus, demi membebaskan kita umat Manusia.

“Dengan kelahiran Kristus kita di selamatkan dan dibebaskan dari segala hal yang tidak menyenangkan dari pihak-pihak tertentu.

Sementara itu ketua Panitia Pertinus utii mengatakan Natal bersama ini digelar demi membangun relasi persaudaraan yang harmonis antara sesama, agar kita tetap menjadi satu di dalam Yesus yang sambut hari ini,” katanya kepada Suara Mee, di expo waena Kamis ( 17/12/2020)

Demi membangun persaudaraan Panitia telah melakukan kunjungan kasih di beberapa asrama yang basisnya Kingmi di antaranya ( Asrama ketik, Bomou, dan beberapa Asrama lainya) karena kami yakin dengan cara ini persaudaraan kita bisa terbina dan terjaga dengan baik,” ujarnya.

Selain itu kata Pertinus, melalui natal ini kita mendoakan mereka yang saat ini mengungsi dimana mana, seharusnya mereka juga harus hidup dengan aman dan damai untuk merayakan natal di tempat tingal mereka,” katanya.

“Mereka juga butuh hidup yang aman dan nyaman, bukan dibunuh dan di tindas.

Ia juga mengajak setiap anak muda harus terlibat didalam AMKI Papua, untuk secara bersama sama kita melihat setiap persoalan yang terjadi di Tanah Papua,” katanya.

“Mari kita temukan wajah Tuhan yang sesungguhnya dari honai kita bersama,” pungkasnya.

Reporter: Sisko f Pekei/SM

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *