Manokwari, Suara Mee – Solidaritas Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) yang terdiri dari kabupaten Nabire, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Ndugama, Pucak Jaya, Puncak Papua, Jaya Wijaya, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, Lani Jaya, Yahukimo, Yalimo dan Tolikara dengan tegas menolak pemekaran Daerah Otom Baru (DOB) di seluruh tanah Papua.

Penolakan DOB ini di warnai dengan mengelar aksi mimbar bebas di sekretariat IMPT, Jl. Barenz Amban Senin,( 15/02/2021)

Kegiatan ini berlangsung dengan tema, Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Bukan Aspirasi Rakyat Tapi Kepentingan Jakarta dan Elit Lokal Tertentu Yang Menciptakan Malapetaka Bagi Rakyat Papua.

Mahasiswa menilai kehadiran DOB adalah kepentingan Jakarta dan elit politik lokal, bukan aspirasi rakyat Papua, Pemekaran ini juga sebagai malapetaka bagi rakyat Papua. Karena seluruh rakyat Papua telah menolak kompromi Jakarta dalam berbagai bentuk apapun melalui petisi rakyat Papua,” katanya.

Hal ini dikatakan Kordinator Lapangan (Korlap) Agus dalam orasinya , pemekaran DOB untuk siapa sementara indeks prestasi pembangunan SDM masih terendah di provinsi Papua dan Papua Barat,” katanya.

“Pemekaran DOB, Akan membuka peluang bagi non Papua, Memperpanjang Penderita rakyat Papua, dan juga akan ekploitasi SDA Papua secara besar-besaran nanti,” ujarnya.

Menurutnya pemekaran membawa banyak dampak negatif dalam kehidupan rakyat Papua. Karena hutan di eksploitasi oleh perusahaan ilegal, tanah di rampas dengan pendekatan militer, ruang demokrasi di bungkam, pelanggaran HAM meningkatkan berujung ke pemusnahan etnis Papua,” katanya.

“Maka mahasiswa wilayah adat Meepago dan Lapago tegas menolak pemekaran daerah DOB di seluruh tanah Papua terutama provinsi Papua Tengah dan provinsi pegunungan tengah yang direncanakan oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian dan elit politik Papua melalui Asosiasi Bupati Lapago dan Mepago,”Bebernya.

Berikut adalah Pernyataan sikap Mahasiswa IPMTP Manokwari.

1. Pemekaran daerah adalah aspirasi elite Papua yang haus Kekuasaan dan harta yang mengatasnamakan aspirasi rakyat.

2. Kami menolak pemekaran provinsi karena bukan aspirasi rakyat Papua.

3. Kami menolak dengan tegas Asosiasi bupati meepago maupun lapago serta oknum tertentu yang mendorong pemekaran provinsi.

4. Berdasarkan memoria passionis, kami menolak dengan tegas pemekaran provinsi yang merupakan malapetaka bagi rakyat Papua dan khususnya Pegunungan Tengah Papua.

Dengan tegas kami mendukung karena aspirasi kami:
1. Asosiasi bupati Meepago dan Lapago serta oknum tertentu yang memiliki kegigihan dan semangat mendorong aspirasi rakyat.

2. Bersama saudara asosiasi-asosiasi serta oknum bersangkutan segera mendorong dan menyelesaikan pelanggaran HAM diseluruh tanah Papua dan Pegunungan tengah di masa lalu tahun 1960-2021.

3. Kami mendukung, asosiasi-asosiasi serta oknum bersangkutan menyelesaikan konflik Ndugama dan Intan Jaya yang sedang berkontak senjata hingga kini.

4. Kami mendukung, saudara asosiasi-asosiasi serta oknum bersangkutan segera membawah aspirasi kami yang menolak otonomi khusus jilid II dan kembalikan hak penentuan nasib sendiri sebagai sebuah bangsa yang berdaulat di atas tanah Papua.

Reporter : Yeko Gobai
Editor. : Awiwiyai

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *