Jayapura, Suara Mee- Hans Mote Mengaku Tentara Nasional Indonesia (TNI) memaksa saya untuk menyatakan sikap Mendukung Pemekaran Provinsi Papua tengah, Pernyataannya sudah siapkan oleh TNI yang mendatangi rumah saya, sehingga saya hanya diminta untuk bacakan saja.

Hal ini dikatakan Hans Mote kepada Suara Mee, saat solidaritas Mahasiswa Meepago, mendatangi kerumahnya untuk memastikan kebenaran di Sentani rabu (18/02/2020)

“Sebenarnya saya tidak mau menyatakan sikap mendukung Pemekaran Provinsi Papua tengah, Namun saya di paksa oleh TNI untuk membacakan, Sehingga saya membacakan itu,” katanya

Maka kata Hans, Yang diberitakan media fasifik.com yang menyatakan saya mendukung Pemekaran Provinsi Papua tengah, hari ini secara resmi saya klarifikasi bahwa, Pemekaran Provinsi Papua tengah saya tolak,” katanya.

” Sampai saat ini saya tidak ada inisiatif untuk mendukung Pemekaran Provinsi Papua tengah, apalagi saya tidak punya kapasitas menyatakan sikap mendukung Pemekaran DOB, saya bukan Kepala suku Mee juga,” katanya.

Sementara itu, solidaritas Mahasiswa Meepago Mengatakan siapapun dia, jangan mengatasnamakan kepada suku atau lainya untuk menyatakan sikap mendukung Pemekaran DOB maupun Otsus,” katanya.

“Sebab seluruh masyarakat Papua sudah menolak Pemekaran Provinsi Papua tengah, yang sedang di paksakan oleh Jakarta, melalui Asosiasi Bupati Meepago.

Kata Mahasiswa, kepada TNI dan Polri stop memaksa rakyat Papua untuk mendukung Pemekaran DOB maupun Otsus, dengan cara apapun,” tegasnya.

“Rakyat Papua tidak membutuhkan pemekaran Daerah Otonomi baru ( DOB) Apalagi Otsus, kita Mau Merdeka,” pungkasnya.

Reporter : Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *