Jayapura, Suara Mee – Hans Mote mengaku Video yang beredar terkait dirinya mendukung Pemekaran Daerah Otonomi baru(DOB) dan Otonomi khusus(Otsus) adalah Murni paksaan dari Tentara nasional Indonesia ( TNI)

Saya di paksa untuk Mengatasnamakan kepala suku Meepago untuk menyatakan sikap mendukung Pemekaran DOB dan Otsus, Pernyataan sudah disiapkan oleh TNI dan saya hanya bacakan saja,” katanya kepada Suara Mee Kamis (18/02/2021)

Kata Hans, sebenarnya saya tidak mau baca pernyataan itu, apalagi saya bukan Kepala Suku Meepago di Jayapura, namun saya merasa takut karena TNI yang datang lengkap dengan senjata,” katanya.

“Maka saya klarifikasi bahwa video berdurasi 5 menit dan hasil wawancara yang diberitakan media Fasifik.com yang beredar bahwa saya mendukung Pemekaran DOB dan Otsus secara resmi saya tarik kembali, karena itu murni di Paksa TNI, dan saya nyatakan Menolak DOB baru dan Otsus di Papua.

Mote mengatakan, sejauh ini dirinya tidak ada inisiatif untuk mendukung Pemekaran DOB dan Otsus, sebab saat ini rakyat Papua tidak membutuhkan itu,” katanya.

“Pemekaran Provinsi Papua tengah dan kelanjutan Otonomi khusus di Papua, dengan tegas saya menolak.

Sementara itu solidaritas Mahasiswa Meepago Mengatakan siapapun dia jangan mengatasnamakan Kepala Suku Meepago, untuk mendukung Pemekaran Daerah Otonomi baru (DOB) dan Otonomi khusus (Otsus) Papua,” katanya.

“Karena rakyat Papua di atas Tanah ini sudah sepakat menolak Pemekaran DOB dan Otsus, sebab rakyat Papua saat ini minta penentuan nasib sendiri di Papua barat,” pungkasnya.

Reporter : Awiwiyai Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *