Nabire, Suara Mee- Melihat dampak banyak buruk yang terjadi di Papua, mahasiswa-mahasiswi asal Meepago di Kota studi Semarang dan Salatiga menolak perpanjangan Otsus Jilid II dan Pemekaran Provinsi Papua tengah. Senin,( 22/02/2021)

“Kami melihat bahwa pemetaan wilayah terjadi karena kehadiran Provinsi dan Kabupaten yang semakin banyak di Papua, sehingga membuat kami semakin terpecah belah.”

Hal ini, dikatakan Simon Douw mewakili Mahasiswa Meepago saat di hubungi via seluler.

Lanjut Douw “Dampak kecil yang kami rasakan bahwa karena banyak asrama dan rumah kontrakan asal kabupaten masing-masing di kota studi kami sehingga membuat kami tidak bisa saling sapa dan saling tegur, keluar dan masuk sendiri-sendiri,” jelasnya.

Lanjut Douw “Kemudian Otonomi khusus Jilid II itu sendiri, tidak ada jaminan yang menjanjikan bagi orang Papua di 7 wilayah adat, maka itu dengan tegas kami tolak,” ungkapnya

sementara itu, Deserius Dogomo Ketua Himpunan Mahasiswa Papua Semarang mengatakan “Pemekaran Provinsi dan Kabupaten di Papua itu hanya kehendak Para elit yang haus jabatan dan uang sementara bukan dari masyarakat. Rakyatnya sedang korban dan korban,” tegasnya.

“Pemekaran dan Otsus Jilid II, bukan aspirasi rakyat sehingga kami dengan tegas menolak pemekaran-pemekaran dan Otonomi khusus Jilid II sebab semua itu hanya mendatangkan malapetaka bagi Orang Papua,” pungkasnya.

Reporter: SK

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *