Dogiyai Suara Mee – Saya orang pertama yang menolak kehadiran polres di kabupaten Dogiyai, hal ini dikatakan wakil bupati kabupaten Dogiyai Oskar Makai saat menerima Aspirasi rakyat Papua di kabupaten Dogiyai.

Sebenarnya Porles di kabupaten Dogiyai mau di mekarkan pada tahun 2018 tetapi saat itu saya tolak [wakil Bupati-red] kemudian mereka pindahkan ke Deiyai,” ujar Makai.

Sementara itu massa aksi hanya datang menyerahkan pernyataan sikap; sebab aksi ini merupakan aksi lanjutan dari Sebelumya, senin 22/02/21 dimana saat itu Pemerintah kabupaten Dogiyai tidak hadir menerima aspirasi.

Aksi kali ini, kami datang untuk menyerahkan pernyataan sikap, karena sebelumya kita sudah orasi-orasi,” kata Benny Goo [Penanggung Jawab aksi] sambil menyerahkan pernyataan sikap; Penolakan Dob Propinsi Papua Tengah dan Pemekaran Polres Dogiyai, berlangsung di lapangan umum Theo Makai Ekemanida Moanemani, Senin ( 1/03/2021)

Dalam aksi dihadiri, Wakil Bupati, [Wabub], Oskar Makai, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] Dogiyai, Kapolsek Kamuu, Danramil Kamuu, Staf Pemerintah Daerah [Pemda], para anggota Satuan Polisi Pamong Praja [SatpoPP], serta seluruh Masyarakat kabupaten Dogiyai dari 10 Distrik.

“Aksi ini sebagai sikap tolak dari Masyarakat kabupaten Dogiyai terkait Pemekaran Daerah Otonomi baru (DOB), Pemekaran Polres di Dogiyai, Sekaligus menolak Otonomi khusus ( Otsus).

Reporter : Benedict Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *