Semarang, Suara Mee-Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Papua Semarang (HIPMAPAS) telah berlangsung gelar Panggung seni di Asmara Papua Jl. Sriwijaya RT 04 RW 02 No.15 Tegal wareng Semarang. Minggu, (21/03/2021)

Kegiatan ini di usung Tema “Rasa kepedulian terhadap sesama memberikan semangat bersolidaritas”
“Dalam kegiatan Panggung seni ini, di hadiri sekitar 60 an mahasiswa terdiri dari Semarang dan luar kota,” Hal ini di katakan oleh Ketua HIPMAPAS Semarang Deserius Dogomo via seluler.

Lanjut Dogomo “Dua Minggu yang lalu, Kami dari badan pengurus telah membentuk Kordinator kemanusiaan. Kami badan pengurus bekap dalam beberapa kegiatan yang akan di laksanakan, termasuk kegiatan panggung Seni malam ini dan jenis kegiatan lainnya,” jelasnya.

Lanjut Dogomo “Demi untuk saudara-saudara kami di Intan Jaya, Nduga dan lainnya, salah satu kegiatan awal yang kami lakukan adalah panggung seni seperti Puisi, Drama, Hip-hop, Vokal Grup, aster, Yospan, dan Mop, dari semua kegiatan ini, kami gratiskan, namun kami hanya siapkan kotak sumbangan sukarela di beberapa titik agar teman-teman dapat mengisi seadanya, di samping itu juga ada jualan-jualan buah, minuman dan Rokok” jelasnya.

“Kami juga membuka Posko kemanusiaan di Semarang, jadi bisa di donasikan berupa uang, buku, pakaian, bama dan lain sebagainya untuk membantu saudara-saudara kami yang sedang mengungsi” harapnya.

dalam kesempatan yang sama, Salah satu simpatisan dari Surabaya Kefin Alom sangat mengapresiasi aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh HIPMAPAS yaitu penggalangan dana untuk masyarakat kami yang sedang mengungsi di Wilayah Nduga, Intan Jaya dan di beberapa daerah Papua lainnya.

Alom juga berpesan “Kegiatan seperti ini jangan cukupkan kali ini, tetapi di lakukan lagi agar dengan aksi-aksi ini dapat membantu kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat kita yang sedang mengungsi dengan uluran tangan dari Mahasiswa Papua. Kami berpesan juga agar kota studi yang lain dapat melakukan hal yang sama” pesannya.

Sementara itu Kordinator Kemanusiaan fransel Magal mengatakan “kami membentuk Kordinator karena ada konflik di Intan Jaya mengakibatkan banyak masyarakat mengungsi dan itu sangat membutuhkan uluran tangan kita. Oleh karena itu kami melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan dana, pakaian layak di gunakan yang nantinya kami akan donasikan ke Intan Jaya dan beberapa tempat lainnya,” jelasnya.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada 14 paguyuban yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan kami malam ini. Kegiatan kita ke depan masih ada, sehingga kami berharap agar mahasiswa Papua di Semarang terus berpartisipasi karena kegiatan ini bukan saya punya tetapi kita punya, untuk sama-sama kita jalankan kegiatan” ucapnya.

Senioritas Ney Sobolim mengatakan “saya melihat kegiatan ini cukup bagus, baik puisi, musik maupun Dance di tampilkan dan dilihat dari kesabaran dan semangat dari kawan-kawan Papua di kota Semarang yang hadir luar biasa.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat baik yang dimana di gelar oleh Tim kemanusiaan yang bekerja untuk pengungsian saudara-saudara kita di Intan Jaya akibat Operasi militer, sehingga saya rasa ini program terbaik yang di selenggarakan oleh HIPMAPAS untuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Harapan kami “kegiatan yang dilakukan oleh HIPMAPAS dapat di dukung oleh mahasiswa Papua, komunitas dan Masyarakat di kota Semarang, karena soal kemanusiaan tidak di batasi oleh suku, agama, ras, golongan dan lain-lain sehingga bisa dapat mendonasikan uang, pakai, tikar dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat pengungsian, langsung saja di asrama Papua Semarang,” pungkasnya.

Reporter: Simion Kotouki

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *