Yogyakarta, Suara Mee- Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Jogja-Solo Gelar seminar dan Diskusi tentang Pentingnya melestarikan budaya Mee dalam (Oodaa dan Owaada) di Asrama Dogiyai Jogja, Sabtu ( 3/04/2021)

Diskusi Rutin ini merupakan agenda dari Biro Pendidikan “IPMADO Joglo

Agustinus Goo, S.Hut: sebagai Pemateri menjelaskan bahwa “kami sebagai agen perubahan dan kami punya identitas khusus sebagai orang Mee, tetapi sekarang sudah agak buram kehidupannya karena ada penyebabnya yang membuat kami bisa lupa yaitu budaya-budaya asing sudah kuasai di seluruh tanah Papua. Seperti contoh sudah menanam buah labu, tetapi tak bisa berbuah karena siluman budaya asing membunuh budaya Papua itu sendiri, kehidupan orang papua seperti buah labu,” Jelasnya.

Lebih lanjut Goo menjelaskan tentang Oodaa dan Owaadaa

OODAA
Oodaa terdiri dari dua kata, yakni:
Oo (Dingin), Eda (Pagar). Dengan demikian, Oodaa secara harafiah berarti pagar dan dingin. Maksundnya bahwa, pagar yang dibuat di sekeliling rumah agar terhindar dari udara dingin yang menusuk tubuh. Pagar yang dimaksud di sini bisa berupa pagar dan pepohonan. Oodaa perlu dibangun supaya untuk memagari diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari udara yang dingin. Pemagaran dingin sebagai selimut kesejukan hidup supaya orang tidak kedinginan. Hidup orang akan merasa aman dan nyaman bila dingin itu dipagari. Membangun pagar terhadap dingin itu mengandung maksud sebagaimana disebutkan berikut: Pemagaran terhadap kelaparan. Untuk mengusir kelaparan orang harus menaman tanaman yang bisa dikonsumsi di dalam pagar yang telah dibuat. Pemagaran terhadap kehausan. Air merupakan sebuah kebutuhan pokok dalam hidup, untuk memenuhi rasa haus, maka ia harus menyediakan air di rumah. Supaya tetap hidup. Untuk menghangatkan tubuh, orang harus mencari kayu bakar untuk memasang api di tungku atau menyediakan selimut.

OWAADAA
Owaa (rumah) edaa (pagar). Rumah pagar. Jadi owaa edaa (owada) itu pagar rumah, atau rumah yang ada dalam pagar, atau rumah yang dikelilingi dengan pagar. Rumah yang dikelilingi dengan pagar merupakan sesuatu yang lama ada dan telah bertumbuh bersama masyarakat. Mereka merasakan kenyamanannya dari semua ganguan bila rumahnya itu dikelilingi dengan pagar.

Kalau rumahnya dikelilingi dengan pagar, maka segala aktivitas juga akan mereka lakukan. Mulai dari berkebun hingga beternak. Mereka akan berkebun di sekeliling rumahnya sebagai bekal hidup mereka. Kebun yang mereka buat di sekitar rumah yang ada didalam pemagaran itu menjadi kebun bersama keluarga. Sebagai tempat mereka mempertahankan hidupnya.
Mereka membuat kebun di sekitar rumah dengan harapan bahwa ketika mereka lagi dihadapkan pada musibah kelaparan, mereka akan mengambil hasil dari kebun yang telah dipagari di sekeliling rumah. Kebun yang ada didalam pagar di samping rumah itu orang orang tua-tua mee mengatakan bahwa itu kebun matoka makida (tempat meletakkan tulang belakang).

“Ooda owaadaa menjadi sebuah bahan yang penting untuk di gumuli bersama. Di gumuli bersama setiap insan manusia Mee supaya tidak kehilangan budayanya sebagai manusia punya Oodaa dan Owaadaa. Disana akan kita ketemukan sejumlah hal yang berkaitan dengan kehidupan kekeluargaan, disana juga kita akan menemukan bagaimana menghadapi masalah dengan yang telah kita siapkan. Disana akan kita temukan diri kita sesungguhnya bahwa manusia telah siap untuk mengahadapi segala tantangan jaman itu dalam keluarga yang dipagari rumahnya oleh Oodaa Owaadaa itu,” Jelasnya.

Usai seminar dan diskusi Lamek Tebai mewakili bidang Pendidikan menyampaikan ucapkan terimakasih kepada pemateri seminar dan diskusi.

Lanjut Tebai “kami selaku bidang Pendidikan akan terus mengadakan pelatihan, seminar dan diskusi, dan lainnya dalam internal maupun eksternal,” katanya.

selanjutnya Bidang pendidikan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pemateri sebagai bukti bahwa pernah bawa materi di IPMADO JOG-LO

“kami mengucapkan Terimakasih atas materi dan telah berbagi Ilmu tentang OODAA DAN OWAADAA semoga dapat manfaat bagi kehidupan kami selanjutnya,” pungkasnya.

Reporter : Simion Kotouki

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *