Jayapura, Suara Mee – Sejak kontrak kerja PT Freeport Indonesia digulirkan 7 April 1962 sampai hari ini, Orang Papua tidak merasakan kesejahteraan, yang ada hanya penderitaan berkepanjangan di Papua.

Maka PT Freeport Indonesia harus ditutup, hal ini ditegaskan Apedo dalam orasi yang disampaikan dalam aksi yang digelar mahasiswa di Jayapura Rabu (7/04/2021)

“Jika masyarakat Papua dapat bagian dari tambang emas terbesar di dunia ini sejatinya rakyat Papua bisa sejahtera.

Maka itu kata Apedo, PT Freeport Indonesia harus ditutup, dan pemerintah provinsi Papua segera cabut surat ijin Kelola perusahaan tambang Blok Wabu yang sedang incar oleh Indonesia,” tegasnya.

Menurut Pantauan media ini, Masa aksi yang hendak menuju kantor Gubernur dihadang dan dibubarkan oleh polisi, masing masing di perumnas 3 Waena, Expo dan Abepura.

Sementara itu ketua BEM Uncen Yops Itlay mengatakan, PT.Freeport hadir di tanah papua sejak tahun1967-2021 sudah mengkeruh banyak kekayaan Alam Papua, baik Emas, tembaga, minyak bumi dan lainya, Tetapi, rakyat papua tidak pernah merasakan kesejahteraan,” pungkasnya.

Reporter: Sisko F Pekei
Editor : Bendy Agapa

Print Friendly, PDF & Email

By admin

Berjuang dan berkarya untuk Tanah dan manusia Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *